KHUSUS BUAT PENGUNJUNG :: JIKA ANDA BUTUH PEMBUATAN WEBSITE DENGAN CEPAT SAYA ( AHMAD RAPANI LOEBIS ) BERSEDIA MEMABANTU ANDA UNTUK PEMBUATAN WEB :: INSTANSI RUMAH SAKIT , PERSONAL, BLOG PRIBADI, PERUSAHAAN, TOKO ONLINE, WEBSITE PERPUSTAKAAN ONLINE, SEKOLAH , PERGURUAN TINGGI DAN LAIN-LAINNYA SILAHKAN ANDA HUBUNGI SAYA DI HP ::: 082170824476 :: DIJAMIN MURAH BISA NEGO. PEMBUATAN CEPAT, MUDAH DIOPERASIKAN, KONSULTASI JUGA GRATIS

Download Berbagai ASKEB

 Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB

BBL (BBLR) download
BBL (HIPOTERMI) download
BBL (CAPUT SUCEDENEUM) download
BBL (ASFIKSIA) download
BBL (LAHIR KOTOR) download
BBL (TETANUS NEONATORUM) download
BBL (ASFIKSIA RINGAN) download
BBL (ASFIKSIA SEDANG) download
BBL (MEKONIUM) download
BBL (HIPOGLIKEMI) download
BBL (KEJANG) download
BBL (IKTERUS) download
BBL (BBLR) download
BBL (NORMAL) download
BBL (FRAKTUR CLAVIKULA) download
BBL (BAYI TIDAK MENANGIS) download
BBL (CHEPALHEMATOM) download
Kehamilan (ANEMIA RINGAN) download
Kehamilan (LETAK SUNGSANG) download
Kehamilan (MOLA HIDATIDOSA) download
Kehamilan (DIABETES MELITUS) download
Kehamilan (HIDRAMNION) download
Kehamilan (PLASENTA PREVIA PARSIALIS) download
Kehamilan (TANDA-TANDA GAWAT JANIN) download
Kehamilan (EKTOPIK) download
Kehamilan (PREEKLAMPSI SEDANG) download
Kehamilan (PREEKLAMSIA) download
Kehamilan (PLASENTA PREVIA TOTAL) download
Kehamilan (ANEMIA RINGAN) download
Kehamilan (ABORTUS INSIPENS) download
Kehamilan (ABORTUS KOMPLET) download
Kehamilan (PRE EKLAMSI RINGAN) download
Kehamilan (ANEMIA SEDANG) download
Kehamilan (ABORTUS IMINENS) download
Kehamilan (SOLUSIO PLASENTA) download
Kehamilan (PLASENTA LETAK RENDAH) download
Nifas (POST PARTUM BLUES) download
Nifas (BABY BLUES) download
Nifas (RUPTURE PERINEUM) download
Nifas (TROMBOFLEBITIS) download
Nifas (BENDUNGAN ASI) download
Nifas (DENGAN KESEDIHAN) download
Nifas (GANGGUAN POLA ELIMINASI) download
Nifas (KRAM PADA BETIS) download
Nifas (METRITIS) download
Nifas (PPH) download
Nifas (INFEKSI RUPTUR PERINEUM) download
Nifas (MASTITIS) download
Nifas (ADAPTASI ORANG TUA) download
Nifas (NORMAL) download
Nifas (DEPRESI POSTPARTUM) download
Nifas (POST PARTUM HEAMORAGI-SP) download
Nifas (ASI TIDAK KELUAR BAYI TIDAK MAU MENYUSU) download
Nifas (PPH SEKUNDER) download
Nifas (PEGAL-PEGAL SETELAH MELAHIRKAN) download
Persalinan (KETUBAN PECAH DINI) download
Persalinan (ROBEKAN JALAN LAHIR) download
Persalinan (INERSIA UTERI) download
Persalinan (PARITAS KURANG DARI 1 TAHUN) download
Persalinan (RUPTUR UTERI) download
Persalinan (EMBOLI CAIRAN KETUBAN) download
Persalinan (GRANDE MULTIPARA) download
Persalinan (TALI PUSAT MENUMBUNG) download
Persalinan (PRESENTASI MAJEMUK) download
Persalinan (PARTUS PRESIPITATUS) download
Persalinan (PARTUS LAMA) download
Persalinan (NORMAL) download
Persalinan (MALPRESENTASI) download
Persalinan (EPISIOTOMI) download
Persalinan (RETENSIO PLASENTA) download
Persalinan (PERINEUM KAKU) download
Persalinan (LILITAN TALI PUSAT) download
Persalinan (KEGAGALAN KB) download
Persalinan (FASE LATEN MEMANJANG) download
Persalinan (ATONIA UTERI) download
Persalinan (ROBEKAN PADA SERVIKS) download
Persalinan (GEMELI) download
Persalinan (SELANG 15 MENIT PLASENTA TIDAK LAHIR) download
Persalinan (SEROTINUS) download
Persalinan (PERSALINAN PALSU) download
Persalinan (INERSIA UTERI) download
Persalinan (INDUKSI) download
Persalinan (RIWAYAT CAESAR) download
Persalinan (ANEMIA SEDANG) download
Persalinan (PARTUS LAMA PRIMITUA) download
Persalinan (BABY GIANT) download
Persalinan (DISTOSIA BAHU) download
Persalinan (FASE MEMANJANG) download
Persalinan (PARTUS PREMATUR) download
Persalinan (CARA MENGEJAN YANG SALAH) download
Persalinan (LILITAN TALI PUSAT) download
Persalinan (CHEPALOPELVIK DISPROPORTION) download
Persalinan (MALPOSISI) download
Persalinan (INVERSIO UTERI) download
Persalinan (PPH PRIMER) download
Persalinan (PARTUS LAMA) download
Persalinan (OEDEMA ) download

Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB
Download Berbagai ASKEB
Read more »

Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan

Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan
Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan
Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan
Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan
Download Berbagai Macam Artikel Kebidanan
Read more »

DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

 DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
Gangguan Pendengaran
Hipoglikemi Pada DM
Hipotermia
Presbiakusis Gangguan Pendengaran
Urolithiasis
AIDS
Angina Pectoris
Ante Natal Care
Apendisitis
ARDS
ASMA
ASMA 2
Bayi Resiko Tinggi
Bilirumenia
Bronkhitis
Bronkhitis 2
STROKE
Carcinoma Mamma
CHF
Demam Typhoid
DENGUE
DIARE
DIC
Dysentri Amuba
Efusi Pleura
Efusi Pleura 2
Epilepsi
Fraktur
Gagal Jantung
Ablasi Retina
Gangguan Persepsi dan Sensori
Gangguan Sirkulasi
Gangguan Sistem Cardiovaskuler
Buta Warna
Gangguan Sistem Respirasi
Gerontik
GGK (Gagal Ginjal Kronis)
Gangguan Pernafasan
Halusinasi
Hemofilia
Hepatitis
Hernia Inguinalis & Ca Colorectal
Hidrocefalus
Hiperbilirubinemia
Hipertensi Lerni
Hipertensi
Hiperemesis Gravidarum
Miocard Infark
Infeksi Jantung
Intra Natal Care
Jantung Hipertensi
Keluarga
Keratitis
KJDR
Kolitis Ulseratif
Komunitas
Kulit
Kusta
Leukemia
Mastektomi
MCI
Menarik Diri
Menopause
Osteomielitis
Osteoporosis
Retinoblastoma
Peritonitis
Pertusis Anak
PJK
Post Natal Care
Post OP apendektomi
PSMBA
Sistem Pernafasan Anak
Stenosis dan Isufisiensi
Stroke Hemoragik
Stroke 2
Syok Cardiogenik
Tamponade jantung
TBC
THT
THT 2
trauma capitis
trombositopenia
Tumor Otak & Meningitis
Tumor Paru
Ulkus Peptikum
Xeroftalmia
Pneumonia
PPOM
Keluarga Reni
Keluarga 2
Maternitas Jumrana
Apendisitis
ASMA BRONCHIALE
Batu Ginjal
BPH
Fraktur
Gagal Jantung
Gastritis
Haemoroid
Hernia
Illeus
Gastroentritis
Katarak
Gangguan Sistem Gastrointestinal
Hernia Inguinalis dan Karsinoma kolorektal
klien Illeus
Ganguan Sistem Pernapasan (Asma Bronchiale)
Sistem Pernafasan (Ocupational lung desease)
Pasien dengan Keratitis
Klien dengan Tumor Paru
klien dengan Pneumothorak
Bronkhitis kronik
Tonsilitis
angina pectoris
Diabetes
Hipotermia
Mastektomi
Menopause
Pneumonia
Presbikusis
AUlkus
KulitLuka Bakar
BRONCHO PNEUMONIA download
DEMAM DENGUE download
CEREBRO VASKULER ACCIDENT download
ASTHMA BRONCHIALE download
(LP)_TONSIL download
AMENORHEA_(RS) download
ANAK DHF download
Anoreksia Nervosa_(RS) download
ASTHMA download
AUTISME_(RS) download
BBL download
BODY ALIGMENT download
BULIMIA NERVOSA_(RS) download
CEREBRAL PALSY download
CKR-1- download
DEMAM THYPOID download
DERMATITIS ATOPIK download
DHF_(RS) download
DIAPER RASH_(RS) download
DIARE download
DIARE (NIZAR) download
DIARE_(RS) download
DM download
ENSEFALITIS download
GABIN_DM2 download
GABIN_TB-PARU download
GASTRITIS download
GASTRITIS SATELIT download
GASTRO ENTERITIS -5- download
GASTROENTRITIS_(RS) download
GAWAT DARURAT ( LUKA BAKAR ) download
GERONTIK (ASTHMA)-MA’RUF.- download
GERONTIK (GASTRITIS)-PONIJAN- download
GERONTIK (HYPERTENSI)-BUDI K.- download
GERONTIK (ISPA)-JAENAH- download
GERONTIK (REUMATIK)-HABLI- download
GONORHOE download
HAEMANGIOMA download
HEMATOMA PALPEBRAE download
HEMATUM -1- download
HERNIA INGUINALIS_(RS) download
HIDROKEL -2- download
HIPERBILIRUBIN_(RS) download
HIPEREMISI GRAVIDARUM download
HIPERTENSI download
HIPERTENSI SESAAT download
HIPERTENSI download
HYDROCHEPALUS download
HYPERBILIRUBIN (un complete) download
IBU HAMIL TRISEMSTER III download
KELUARGA (ALERGI)-YATIMAN- download
KELUARGA (ANEMIA)-BUDI K.- download
KELUARGA (ASTHMA)-CHOI- download
KELUARGA (DIABETES MELITUS)-HABLI- download
KELUARGA (GASTRITIS)-GINTING- download
KELUARGA (ISPA)-MAS ERNI M- download
KELUARGA (SCABIES)-MAYA- download
KESMAS (KK-AKSEPTOR_KB)-BUDI K- download
KESMAS (KK-BALITA)-PONIJAN- download
KHARDIOKARSINOMA download
KOLOSTOMI -1- download
LEUKEMIA_(RS) download
MALARIA_(RS) download
MASTITIS_(RS) download
MATERNITAS (ABORTUS) download
MENARIK DIRI download
MENINGOKEL-2- download
MENOMETRORAGIA download
METRORRHAGIE_(RS) download
MIOMA UTERI download
MORBILI download
OBSTRUKSI PERNAFASAN download
OSTEOMIELITIS -1- download
PCM download
PENYALAHGUNAAN ZAT (NAPZA)_(RS) download
POST PARTUM download
PP NORMAL download
RHEUMATIK download
SESAAT ASTHMA (F) download
SESAAT DIARE download
SESAAT DIARE (3) download
SESAAT DIARE_(RS)2 download
SESAAT GASTRITIS download
SESAAT HYPERTENSI download
SESAAT LUKA BAKAR download
SESAAT MORBILI download
SESAAT SCABIES download
SESAAT SCABIES_(RS) download
SESAAT TB-Paru download
SESAAT TONSILITIS download
SESAAT DIARE download
SKOLIOSIS_(RS) download
SUSP ILEUS -1- download
SYOK download
TALASEMIA_(RS) download
TB. PARU download
TBC (ginting) download
THYPOID -1- download
THYPUS ABDOMINALUS download
TONSILITIS download
VESIKO LITHIASIS download
VULMUS LACERATUM download
ASTRITIS download
KOMA DIABETIKUM download
Mas_Klp_Khusus Ibu Hamil download
Mas_Usia_Klp_Sekolah (2) download
SESAAT HYPERTENSI download
VESIKO LITHIASIS download
Anak Usia Remaja (AUR)_Kp.V download
BGM (Yusnidar) download
Gabin TB-Paru (2) download
Gabin_ASTHMA2 download
Gabin_Basuki (1) download
Gabin_Hasan Basri download
Gabin_Junaidi download
Gabin_Rismauli download
Ibu Menyusui download
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
DOWNLOAD BERBAGAI MACAM LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
Read more »

PELAYANAN KESEHATAN PADA BAYI DAN BALITA

download PELAYANAN KESEHATAN PADA BAYI DAN BALITA

A. Perawatan Kesehatan Bayi
Setelah bayi lahir, bidan segera memeriksa bayi yang lahir untuk rnengetahui apakah ada kelainan atau cacat bawaan.
1. Tanda-tanda bayi baru lahir normal
Bayi baru lahir normal memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
a. Berat badan antara 2500 - 4000 gram
b. Lingkar kepala 31- 35 cm, kepala simetris
c. Refleks menghisap positif
d. Lingkaran perut lebih besar dan lingkaran dada, perut lembek dan bundar
e. Alat kelamin tidak ada kelainan
f. Mekonium (+)
g. Anggota gerak tidak ada kelainan dan lengkap
h. Kulit tertutup verniks kaseosa (lapisan lemak), mungkin mengelupas
i. Dahi dan punggung tertutup oleh bulu-bulu halus
j. Refleks more (+)
k. Ukuran antropometrk normal
2. Asuhan segera pada bayi baru lahir
Setelah dilakukan pemeriksaan pada bayi baru lahir, jika tidak ditemukan adanya kelainan, maka bayi ditetapkan (diagnose) lahir dengan keadaan normal. Dalam rencana dan langkah asuhan dilakukan urutan sebagai berikut:
a. Membersihkan rongga hidung dan mulut dengan kapas steni atau penghisap lendir dan karet (De lee)
b. Mengeringkan bayi dan air ketuban
c. Meletakkan bayi diatas perut ibu
d. Memotong tali pusat
e. Mengelus telapak kaki, dada, perut dare punggung, bila bayi tidak menangis
f. Menilai APGAR skor pada satu menit pertama untuk menentukan ada tidaknya asfiksia
g. Membersihkan bayi dan lapisan lemak yang berlebihan
h. Memberi salep mata tetrasiklin atau larutan nitro argenti 1% pada kedua mata bayi

download PELAYANAN KESEHATAN PADA BAYI DAN BALITA
Read more »

Keluarga Berencana (KB)


A. pengertian
Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan sehingga kehamilan itu terjadi pada waktu seperti yang diinginkan, jarak antara kelahiran diperpanjang untuk membina kesehatan yang sebaik-baiknya bagi seluruh anggota keluarga, apabila jumlah anggota keluarga telah mencapai jumlah yang dikehendaki. (WHO Technical Report Series, 1972 NO. 458 dengan perubahan)
Keluarga Berencana (KB) adalah suatu perencanaan individu atau pasangan suami istri khusus perempuan untuk
 Menunda kesuburan untuk usia < 20 tahun  Menghentikan kesuburan untuk usia > 35 tahun
 Menghindari resiko paling rendah bagi ibu dan anak pada kehamilan dan kelahiran yaitu antara 20-35 tahun
 Menjarangkan kehamilan (sebaiknya menjarakkan kehamilan 2- 4tahun). (Sarwono Prawirodihardjo, 2005)
Latar Belakang Program Keluarga Berencana Nasional dan Kependudukan di Indonesia
Secara resmi Program Nasional Keluarga Berencana mulai dilaksanakan Kepres No. 8 Tahun 1970 yang dua tahun kemudian disempurnakan Keppres No. 33 tahun 1973. Mengingat laju perkembangan program semakin pesat dan semakin luas jangkauannya maka struktur organisasi ini disempurnakan kembali dengan Keppres No. 38 Tahun 1978, yang mencakup program Kependudukan Keluarga Berencana.
Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang berkembang menghadapi masalah yang dewasa ini merupakan masalah dunia, yaitu masalah peledakan penduduk. Khawatir akan masalah ini, pemerintah dan masyarakat menyadari perlunya dilaksanakan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Di Indonesia usaha untuk mengatasi pertambahan penduduk mulai dilakukan dengan pelaksanaan Program Keluarga Berencana disertai dengan pemindahan penduduk dari daerah-daerah yang kurang padat penduduknya (transmigrasi)
Ciri-ciri kependudukan di Indonesia :
• Jumlah penduduk yang besar
• Pertumbuhan penduduk yang cepat
• Penyebaran yang tidak merata
• Struktur umur penduduk yang muda
• Tingkat sosial ekonomi yang rendah.
Garis-garis Haluan Negara (GBHN) Tap MPR No. IV/MPR/1978 ditemukan bahwa kebijaksanaan kependudukan perlu dirumuskan secara nasional dan menyeluruh serta dituangkan dalam program-program kependudukan yang terpadu. Kebijaksanaan kependudukan yang perlu ditangani antara lain :
• Pengendalian kelahiran
• Penurunan tingkat kematian, terutama kematian anak-anak
• Perpanjangan harapan hidup
• Penyebaran penduduk yang seimbang dan merata
• Perkembangan dan penyebaran angkatan kerja
Program Keluarga Berencana merupakan usaha langsung yang bertujuan mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi. Berhasil tidaknya Program Keluarga Berencana akan menentukan pula berhasil tidaknya usaha mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Pertambahan penduduk yang cepat, yang tidak seimbang dengan peningkatan produksi, akan mengakibatkan kegelisahan dan ketegangan-ketegangan sosial dengan segala akibatnya yang luas.
Program Keluarga Berencana di Indonesia
Program Nasional Keluarga Berencana terdiri dari :
• Pendidikan dan penerangan kepada masyarakat
• Pendidikan dan latihan petugas pelaksana program KB
• Pelaksanaan pelayanan KB yang terdiri dari; nasehat perkawinan, pelayanan kontrasepsi dan pengobatan kemandulan

• Penelitian dan penilaian program
• Pencatatan dan pelaporan
B. Tujuan dan Sasaran Program Keluarga Berencana
A. Tujuan
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, sekaligus dalam rangka menjamin terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.
Tujuan Khusus
• Penurunan fertilitas melalui pengaturan kelahiran dengan pemakaian alat kontrasespi
• Penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan
• Penurunan angka kematian bayi
• Penanganan masalah kesehatan reproduksi
• Pemenuhan hak-hak reproduksi
C. Sasaran Langsung
• PUS : agar menjadi pasien KB aktif sehingga memberikan efek langsung penurunan fertilitas.
• Sasaran tidak langsung
• instansi pemerintah (Pemda, Dinkes, Depag, Diknas, Koperasi & UKM, Deptan,dll)
• organisasi kemasyarakatan (PKBI, MUI, LKAAM, Bundo Kanduang, PKK, Dharmawanita, Muhammadiyah, dll)


• organisasi profesi (IDI, IBI, ISFI)
• organisasi pemuda (KNPI, Karang taruna, remaja dll)
• tokoh masyarakat dsb.
D. Ruang Lingkup Program KB
• Kehamilan
• Bayi
• Kanak-kanak
• Remaja
• PUS
• Pasca PUS
• Lansia
Manfaat Keluarga Berencana terhadap Pengendalian Penduduk (Bangsa dan Negara)
• Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan kependudukan yang merupakan bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta mencipatakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
Manfaat Keluarga Berencana bagi kepentingan nasional
• meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada umumnya.
• Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.

Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan
1) Prinsip kepentingan nasional
2) Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.
Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis. Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya keluarga sejahtera dengan menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera (NKKBS).
Perkembangan Program KB di Indonesia
Dua inti pokok mengapa BKKBN di adakan di Indonesia adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan jalan Keluarga Berencana (KB). Jadi dua kata kunci : kualitas manusia dan KB. Kualitas manusia dipengaruhi oleh pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi. Pendidikan dapat secara formal di sekolah dan non formal di keluarga dan masyarakat. Kesehatan meliputi kesehatan lahir, spiritual, dan emosional. Kesehatan lahir tergantung pada ketersediaan pangan, sandang dan papan.
Manusia miskin di Indonesia cukup banyak tergantung kriteria mana yang mau di pakai, kriteria BPS, kriteria Bank Dunia atau kriteria yang lain. Dari berbagai kriteria dapat diestimasi jumlah penduduk miskin antara 20- 50 % penduduk Indonesia.
BKKBN sukses sampai tahun 2000. Sejarah sukses ini diakui oleh seluruh dunia. Sukses paling besar adalah bukan hanya kenaikan jumlah penduduk yang dapat dikendalikan, tetapi perubahan budaya dalam menyikapi masalah kualitas hidup keluarga atau kualitas hidup anak.




E..Dampak-dampak KB:
 menggunakan kb suntik efek samping yg terasa tebal atau gemuk bagian perut seperti sedang hamil 3-4 bulan
 Menstruasi tidak lancar
 kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi. Dan wanita dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dianjurkan tidak menggunakan pil kb ini.
 menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat.
F. Strategi KB (Keluarga Berencana)
strategi penggarapan program KB tahun 2008 dilaksanakan dengan mengacu rencana Akselerasi Penggarapan program KB tahun 2003 – 2008 yang pada saat itu dilakukan berbagai kajian untuk mencapai sasaran yang diharapkan dengan memperhatikan isu-isu strategis program KB.
Sesuai dengankajian tersebut maka strategi yang dilakukan adalah menyangkut strategi dasar dan strategi intensifikasi dan ektensifikasi opersional program KB.

Startegi dasar yang dilakukan adalah :
1. Segmentasi sasaran
2. Optimalisasi momentum
3. Pengembangan dinamika masyarakat
4. Evidence based policy
5. Fasilitasi dan dukungan operasional
6. Capacity building
Strategi intensifikasi dan ekstensifikasi meliputi :
1. Peningkatan Komitmen Program KB di Setiap Tingkatan.
2. Intensifikasi Pelayanan KB
3. Pemberdayaan Keluarga
4. Intensifikasi Pemantapan PUP
5. Peningkatan Kepedulian dan Peran Serta Masyarakat.


Read more »

ASUHAN INTRAPARTUM

Kompetensi ke-4 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selamapersalinan, memimpin selama persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.
Pengetahuan Dasar :
1.Fisiologi persalinan.
2.Anatomi tengkorak janin, diameter yang penting dan penunjuk.
3.Aspek psikologis dan cultural pada persalinan dan kelahiran.
4.Indikator tanda-tanda mulai persalinan.
5.Kemajuan persalinan normal dan penggunaan partograf atau alat serupa.
6.Penilaian kesejahteraan janin dalam masa persalinan.
7.Penilaian kesejahteraan ibu dalam masa persalinan.
8.Proses penurunan janinmelalui pelvic selama persalinan dan kelahiran.
9.Pengelolaan dan penatalaksanaan persalinan dengan kehamilan normal dan ganda.
10.Pemberian kenyamanan dalam persalinan, seperti: kehadiran keluarga pendamping, pengaturan posisi, hidrasi, dukungan moril, pengurangan nyeri tanpa obat.
11.Transisi bayi baru lahir terhadap kehidupan diluar uterus.
12.Pemenuhan kebutuhan fisik bayi baru lahir meliputi pernapasan, kehangatan dan memberikan ASI/PASI, eksklusif 6 bulan.
13.Pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional bayi baru lahir, jika memungkinkan antara lain kontak kulit langsung, kontak mata antar bayi dan ibunya bila dimungkinkan.
14.Mendukung dan meningkatkan pemberian ASI eksklusif.
15.Manajemen fisiologi kala III.
16.Memberikan suntikan intra muskuler meliputi: uterotonika, antibiotika dan sedative.
17.Indikasi tindakan kedaruratan kebidanan seperti: distosia bahu, asfiksia neonatal, retensio plasenta, perdarahan karena atonia uteri dan mengatasi renjatan.
18.Indikasi tindakan operatif pada persalinan misalnya gawat janin, CPD.
19.Indikator komplikasi persalinan : perdarahan, partus macet, kelainan presentasi, eklamsia kelelahan ibu, gawat janin, infeksi, ketuban pecah dini tanpa infeksi, distosia karena inersia uteri primer, post term dan pre term serta tali pusat menumbung.
20.Prinsip manajemen kala III secara fisiologis.
21.Prinsip manajemen aktif kala III.
Pengetahuan Tambahan :
1.Penatalaksanaan persalinan dengan malpresentasi.
2.Pemberian suntikan anestesi local.
3.Akselerasi dan induksi persalinan.
Keterampilan Dasar :
1.Mengumpulkan data yang terfokus pada riwayat kebidanan dan tanda-tanda vital ibu pada persalinan sekarang.
2.Melaksanakan pemeriksaan fisik yang terfokus.
3.Melakukan pemeriksaan abdomen secara lengkap untuk posisi dan penurunan janin.
4.Mencatat waktu dan mengkaji kontraksi uterus (lama, kekuatan dan frekuensi).
5.Melakukan pemeriksaan panggul (pemeriksaan dalam) secara lengkap dan akurat meliputi pembukaan, penurunan, bagian terendah, presentasi, posisi keadaan ketuban, dan proporsi panggul dengan bayi.
6.Melakukan pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograph.
7.Memberikan dukungan psikologis bagi wanita dan keluarganya.
8.Memberikan cairan, nutrisi dan kenyamanan yang kuat selama persalinan.
9.Mengidentifikasi secara dini kemungkinan pola persalinan abnormal dan kegawat daruratan dengan intervensi yang sesuai dan atau melakukan rujukan dengan tepat waktu.
10.Melakukan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm sesuai dengan indikasi.
11.Menolong kelahiran bayi dengan lilitan tali pusat.
12.Melakukan episiotomi dan penjahitan, jika diperlukan.
13.Melaksanakan manajemen fisiologi kala III.
14.Melaksanakan manajemen aktif kala III.
15.Memberikan suntikan intra muskuler meliputi uterotonika, antibiotika dan sedative.
16.Memasang infus, mengambil darah untuk pemeriksaan hemoglobin (HB) dan hematokrit (HT).
17.Menahan uterus untuk mnecegah terjadinya inverse uteri dalam kala III.
18.Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaputnya.
19.Memperkirakan jumlah darah yang keluar pada persalinan dengan benar.
20.Memeriksa robekan vagina, serviks dan perineum.
21.Menjahit robekan vagina dan perineum tingkat II.
22.Memberikan pertolongan persalinan abnormal : letak sungsang, partus macet kepada di dasar panggul, ketuban pecah dini tanpa infeksi, post term dan pre term.
23.Melakukan pengeluaran, plasenta secara manual.
24.Mengelola perdarahan post partum.
25.Memindahkan ibu untuk tindakan tambahan/kegawat daruratan dengan tepat waktu sesuai indikasi.
26.Memberikan lingkungan yang aman dengan meningkatkan hubungan/ikatan tali kasih ibu dan bayi baru lahir.
27.Memfasilitasi ibu untuk menyusui sesegera mungkin dan mendukung ASI eksklusif.
28.Mendokumentasikan temuan-temuan yang penting dan intervensi yang dilakukan.
Keterampilan Tambahan :
1.Menolong kelahiran presentasi muka dengan penempatan dan gerakan tangan yang tepat.
2.Memberikan suntikan anestesi local jika diperlukan.
3.Melakukan ekstraksi forcep rendah dan vacum jika diperlukan sesuai kewenangan.
4.Mengidentifikasi dan mengelola malpresentasi, distosia bahu, gawat janin dan kematian janin dalam kandungan (IUFD) dengan tepat.
5.Mengidentifikasi dan mengelola tali pusat menumbung.
6.Mengidentifikasi dan menjahit robekan serviks.
7.Membuat resep dan atau memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri jika diperlukan sesuai kewenangan.
8.Memberikan oksitosin dengan tepat untuk induksi dan akselerasi persalinan dan penanganan perdarahan post partum.
Read more »

Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Obsterik dan Neonatus (PPKDON)


 Standar 10 Penanganan perdarahan sebelum kehamilan pada trimester III.
Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan serta melakukan pertolongan pertama dan rujukannya
 Standar 17 Penanganan kegawatan pada ekslampsia
Bidan mengenali secara tepat dan gejala ekslampsia, mengancam serta merujuk dan memberikan pertolongan pertama
 Standar 18 Penanganan kegawatan pade partus lama atau macet
Bidan mengenali kapan secara tepat tanda dan gejala partus lama atau macet serta melakukan penanganan tepat yang memadai dan tepat waktu atau merujukknya.
 Standar 19 . Persalinan dengan penggunaan vacuum ekstraktor
Bidan mengenali kapan diperlukan ekstraksi vakum, melakukannya secara benar dan memberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamanan bagi ibu dan janin.
 Standar 20 : Penanganan retensio plasenta
Bidan mampu mengenali retensio plasenta dan memberikan pertolongan pertama termasuk plasenta manual dan penanganan sesuai dengan kebutuhannya.
 Standar 21 : Penanganan Pots Partum Primer
Bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebihan dalam 24 jam pertama setelah persalinan dan segera melakukan pertolongan pertama untuk rnengendalikan perdarahan
 Standar 22 : Penanganan perdarahan Pos Partum Skunder
Bidan mampu mengenali secara tepat dan dini tanda serta gejala post partum skunder dan melakukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan jiwa ibu dan merujuknya.
 Standar 23 : Penanganan Sepsis Puerpuralis
Bidan mampu mengenali secara tepat tanda dan gejala sepsis puerpuralis serta melakukan pertolongan pertama atau merujuknya.
 Standar 24 : Penanganan Asfiksia neonatorum
Bidan mampu mengenali secara tepat BBL, dengan asfiksia serta melakukan resusitasi secepatnya menguasahakan bantuan medic yang diperlukan dan memberikan perawatan lanjutan.

2. Pelayanam Kontrasepsi dan Rujukannya
 Cara kontrasepsi secara tradisonal dilakukan melalui minum jamu, mengurut, atau memijit rahim, memakai perintang bikinan sendiri, senggama terputus, pantang berkala dan membatasi berhubungan badan hanya pada waktu- waktu yang kurang subur dalam rangkaian haid.
 Cara-cara kontrasepsi ilmiah adalah pantang berkala, penggunaan perintang mekanis (kondom, diafragma), pemakaian zat-zat kimia, pembunuh sperma, pemakatan alat yang dimasukkan kedalam rahim dan pemakaian hormon untuk mencegah pembuahan (dengan minum pil tiap hari, dengan suntikan tiap bulan atau 3 bulan) dan susuk KB.
 Setelah pasien memilih salah satu pelayaran kontrasepsi bidan harus memberitahukan kalau ada tanda-tanda, efek samping dan komplikisi dari pemakaian alat tersebut pasien harus segera melapor atau pergi ke bidan atau ke tim kesehatan sehingga dapat diberikan pertolongan pertama, dan jika tidak bisa dirujuk ke tim kesehatan yang lebih baik seperti SPOG.

3. Sistem Rujukan
a. Tujuan
1. Memberikan pelayanan kesehatan pada pasein dengan tepat dan cepat
2. Menggunakan fasilitas kesehatan secara seefisien mungkin
3. Mengadakan pembagian tugas pelayanan kesehatan pada unit-unit kesehatan sesuai dengan lokasi dan kemampuan unit-unit tersebut.
b. Jenis Rujukan
Dapat dibagi 2, yaitu:

1. Rujukan Medik
Rujukan ini berkaitan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pasien. Disamping itu juga mencakup rujukan pcngctahuan (konsultasi medis) dan bahan-bahan pemeriksaan
2. Rujukan Kesehatan
Rujukan ini berkaiatan dengan upaya pencegahan penyakit (preventif dan peningkatan kesehatan (Promosi), Rujukan ini mencakup rujukan teknologi, sarana dan operasional,

c. Jenjang tingkat Rujukan
Ada 3 bentuk tingkat pelayanan, yaitu :
1. Pelayanan Kesehatan tingkat I (Primary Health Care)
Pelayan ini diperlukan untuk masyarakst yang sakit ringnn dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan,
2. Pelayanan Kesehatan tingkat II (Secondary Health Service)
Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh sekelompok masyarakat yang memerlukan perawatan inap yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. Misalnya RS time C dan D memerlukan tersedianya tenaga-¬tenaga spesialis
3. Pelayanan Kesehatan Tingkat III (Tertiery Health Service)
Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh sekelompok masyarakat atau pasien yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan skunder. Pelayanannya sudah komplek dan memerlukan tenaga-tenaga spesialis contohnya RS tipe A atau B.
Read more »

PEMBINAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM KEGIATAN KIA DI KOMUNITAS; AKSI SIAGA



Aksi siaga adalah upaya terencana dari pemerintah dan fihak terkait untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menyiapkan manusia sehat sejak dini atau secra khusus untuk mengurangi AKI. Wujud dari aksi ini adalah pembentukan desa siaga.

1. Pengertian Aksi Siaga serta Maksud dan Tujuan Pembentukan Desa Siaga
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat. Oleh karena itu upaya peningkatan taraf kesehatan, khususnya KIA, harus melibatkan peran serta masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pemerintah melakukan upaya pembinaan masyarakat dalam suatu program gerakan masyarakat ASUH (Awal Sehat Untuk Hidup Sehat). Aksi Siaga adalah implementasi dari Gerakan Masyarakat ASUH.
Wujud Aksi Siaga adalah pembentukan Desa Siaga, yaitu desa dimana warga, bidan dan pihak-pihak terkait di dalamnya siap-siaga dan bergotong-royong melakukan upaya-upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir, terutama pada masa kritis 1- 7 hari pasca kelahiran, sehingga mendukung upaya-upaya penyiapan manusia sehat sejak dini.
Read more »

PEMBINAAN DUKUN BAYI

A. Pengertian Dukun Bayi
Adalah seorang anggota masyarakat, pada umumnyaseorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki ketrampilan menolong persalinan secara tradisional dan memperoleh ketrampilan tersebut dengan cara turun temurun belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah penigkatan ketrampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan.
Tenaga yang sejak dahulu kala sampai sekarang memegang peranan penting dalam pelayanan kebidanan ialah dukun bayi atau nama lainnya dukun beranak, dukun bersalin, dukun peraji. Dalam lingkungan dukun bayi merupakan tenaga terpercaya dalam segala soal yang terkait dengan reproduksi wanita. Ia selalu membantu pada masa kehamilan, mendampingi wanita saat bersalin, sampai persalinan selesai dan mengurus ibid an bayinya dalam masa nifas.
Dukun bayi biasanya seorang wanita sudah berumur ± 40 tahun ke atas. Pekerjaan ini turun temurun dalam keluarga atau karena ia merasa mendapat pangglan tugas ini. Pengetahuan tentang fisiologis dan patologis dalam kehamilan, persalinan, serta nifas sangat terbatas oleh karena itu apabila timbul komplikasi ia tidak mampu untuk mengatasinya, bahkan tidak menyadari akibatnya, dukun tersebut menolong hanya berdasarkan pengalaman dan kurang professional.
Program penempatan Bidan Di desa (BDD) di satu sisi masih ada beberapa desa yang mempunyai masalah kesehatan yang tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balitanya masih tinggi, di sisi lain program penempatan BDD yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita belum menunjukkan hasil yang optimal, karena masih banyak persalinan yang terjadi di beberapa daerah dilakukan oleh dukun bayi, berarti Dukun Bayi masih dibutuhkan oleh masyarakat setempat, dan masih mengandalkan kepiawian Dukun Bayi dalam menolong persalinan, sekalipun secara medis berisiko tinggi terhadap kematian ibu hamil, bayi dan balitanya.
Upaya meminimalisasi dan menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita, maka semua persalinan yang ditangani oleh dukun bayi, harus beralih ditangani oleh BDD, kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat, dengan menjalin hubungan kemitraan antara keduanya.
Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa kemitraan BDD dengan Dukun bayi sudah menampakkan tanda-tanda yang menggembirakan, masih berjalan lancar, saling mendukung tanpa menimbulkan image persaingan, pasaran kerja, dan mengurangi status dukun bayi sebagai tokoh masyarakat. Tetapi kemitraan yang sementara berjalan sekarang ini masih dalam batas pemaknaan transfer knowledge, masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higiens BDD kepada Dukun Bayi, berarti belum ada dalam bentuk kesepekatan uraian tugas dan fungsi masing-masing, juga belum mengarah pada alih peran pertolongan persalinan secara optimal. Namun dikhawatirkan di masa mendatang, pembinaan yang dilakukan oleh BDD justru memberikan peran baru Dukun Bayi, menambah prestasenya, dan menaikkan status mereka, bahkan semakin menambah kepercayaan mereka menjalankan profesinya secara sendiri-sendiri.
Upaya menimalisasi dan menurunkan tingka tkematian ibu hamil, bayi dan balita maka semua persalinan yang ditangani oleh dukun bayi harus beralih ditangani oleh bidan. Kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan setempat dengan menjalin hubungan antara dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan sekarang ini masih dalam batas pemaknaan transfer ilmu pengetahuan, masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higienis kepada dukun bayi.
Berarti belum ada dalam bentuk kesepakatan uraian tugas dan fungsi masing-masing, juga belum mengarah pada alih peran pertolongan persalinan secara optimal.
Namun kekhawatiran dimasa mendatang pembinaan yang dilakukan oleh bidan justru memberikan peran baru bagi dukun bayi, menambah presetase dan menaikan status mereka bahkan semakin menambah kepercayaan mereka menjalankan profesinya sebagai dukun bayi.
Program Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu prioritas
utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Program ini
bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil,
ibu melahirkan, dan bayi neonatal. Salah satu program Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA) adalah menurunkan kematian dan kejadian sakit di
kalangan ibu, dan untuk mempercepat penurunan angka Kematian
Ibu dan Anak adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan dan
menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan perinatal di
tingkat pelayanan dasar dan pelayanan rujukan primer2.
Untuk meningkatkan cakupan pelayanan antenatal bidan di desa
bekerja sama dengan kader posyandu mencari sasaran ibu hamil
dengan melakukan kunjungan rumah, sosialisasi pentingnya pemeriksaan
kesehatan antenatal, memotivasi ibu hamil untuk memeriksakan
kehamilan secara rutin minimal empat kali selama kehamilannya. Pemerintah
memberikan insentif baik berupa gaji dan penghargaan
dalam bentuk bidan teladan, dan mengangkat bidan di desa menjadi
pegawai negeri. Belum semua bidan di desa diangkat menjadi pegawai
negeri, dan insentif yang diberikan dirasa sangat kurang.
Pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh puskesmas terhadap bidan
di desa dalam meningkatkan cakupan di rasakan sangat lemah, bidan
penyelia tidak memiliki surat keputusan baik dari dinas maupun puskesmas,
tidak adanya dana operasional dan tidak adanya pen dokumentasian,
tidak adanya jadwal rutin dan hanya bersifat insidentil
menjadikan supervisi tidak efektif.
Pelatihan yang didapat bidan di desa dalam mendukung pencapaian
antenatal care: asuhan persalinan normal, pemantauan wilayah
setempat, pelatihan kegawat daruratan obstetrik dan keluarga berencana.
Tidak semua bidan di desa mendapatkan pelatihan sebagai
penyegaran dan menambah ketrampilan dalam menjalankan tugasnya.

Read more »

 

Rapani-id.com
= JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN TOKO ONLINE =
JASA SETTING MIKROTIK DAN PROXY SQUID LUSCA HEAD
UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA
CALL : 082170824476 , YM Rapani_loebis@yahoo.com