KHUSUS BUAT PENGUNJUNG :: JIKA ANDA BUTUH PEMBUATAN WEBSITE DENGAN CEPAT SAYA ( AHMAD RAPANI LOEBIS ) BERSEDIA MEMABANTU ANDA UNTUK PEMBUATAN WEB :: INSTANSI RUMAH SAKIT , PERSONAL, BLOG PRIBADI, PERUSAHAAN, TOKO ONLINE, WEBSITE PERPUSTAKAAN ONLINE, SEKOLAH , PERGURUAN TINGGI DAN LAIN-LAINNYA SILAHKAN ANDA HUBUNGI SAYA DI HP ::: 082170824476 :: DIJAMIN MURAH BISA NEGO. PEMBUATAN CEPAT, MUDAH DIOPERASIKAN, KONSULTASI JUGA GRATIS

Protap Resusitasi Jantung Paru ( RJP )

 Penatalaksanaan Resusitasi Jantung Paru ( RJP )

1. Definisi 
Resusitasi mengandung arti harfiah “Menghidupkan kembali” tentunya dimaksudkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah suatu episode henti jantung berlanjut menjadi kematian biologis.

Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi henti nafas dan henti jantung Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan gabungan penyelamatan pernapasan (bantuan napas) dengan kompresi dada eksternal. RJP digunakan ketika seorang korban mengalai henti jantung dan henti napas.

2. Klasifikasi 
Resusitasi jantung paru terdiri atas 2 komponen utama yakni :

1. Bantuan hidup dasar / BHD 
Adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga jalan nafas (airway) tetap terbuka, menunjang pernafasan dan sirkulasi dan tanpa menggunakan alat-alat bantu. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan henti jantung atau henti nafas dan segera memberikan bantuan sirkulasi dan ventilasi. Usaha BHD ini bertujuan dengan cepat mempertahankan pasok oksigen ke otak, jantung dan alat-alat vital lainnya sambil menunggu pengobatan lanjutan. Pengalaman menunjukkan bahwa resusitasi jantung paru akan berhasil terutama pada keadaan “henti jantung” yang disaksikan (witnessed) dimana resusitasi segera dilakukan oleh orang yang berada di sekitar korban.

2. Bantuan hidup lanjut / BHL 
Adalah usaha yang dilakukan setelah dilakukan usaha hidup dasar dengan memberikan obat-obatan yang dapat memperpanjang hidup pasien.

3. Penyebab 
Beberapa penyebab henti jantung dan nafas adalah :
1. Infark miokard akut, dengan komplikasi fibrilasi ventrikel, cardiac standstill, aritmia lain, renjatan dan edema paru.
2. Emboli paru, karena adanya penyumbatan aliran darah paru.
3. Aneurisma disekans, karena kehilangan darah intravaskular.
4. Hipoksia, asidosis, karena adanya gagal jantung atau kegagalan paru berat, tenggelam, aspirasi, penyumbatan trakea, pneumothoraks, kelebihan dosis obat, kelainan susunan saraf pusat.
5. Gagal ginjal, karena hyperkalemia

Henti jantung biasanya terjadi beberapa menit setelah henti nafas. Umumnya, walaupun kegagalan pernafasan telah terjadi, denyut jantung masih dapat berlangsung terus sampai kira-kira 30 menit. Pada henti jantung, dilatasi pupil kadang-kadang tidak jelas. Dilatasi pupil mulai terjadi 45 detik setelah aliran darah ke otak terhenti dan dilatasi maksimal terjadi dalam waktu 1 menit 45 detik. 

Bila telah terjadi dilatasi pupil maksimal, hal ini menandakan sudah terjadi 50 % kerusakan otak irreversibel.Resusitasi jantung paru bertujuan untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi, dan penanganan akibat henti nafas (respiratory arrest) dan atau henti jantung (cardiac arrest), yang mana fungsi tersebut gagal total oleh sebab yang memungkinkan untuk hidup normal. 

Adapun sebab henti nafas adalah :
1.  Sumbatan Jalan Nafas 
Bisa disebabkan karena adanya benda asing, aspirasi, lidah yang jatuh ke belakang,pipa trakhea terlipat, kanula trakhea tersumbat, kelainan akut glotis dan sekitarnya (sembab glotis, perdarahan).

2.  Depresi pernafasan Sentral
Obat, intoksikasi, Pa O2 rendah, Pa CO2 tinggi, setelah henti jantung, tumor otak dan tenggelam.Perifer : obat pelumpuh otot, penyakit miastenia gravis, poliomyelitis.

4. Tanda dan Gejala 
1. Kesadaran hilang (dalam 15 detik setelah henti jantung)
2. Tak teraba denyut arteri besar (femoralis dan karotis pada orang dewasa atau brakialis pada bayi)
3. Henti nafas atau mengap-megap (gasping)
4. Terlihat seperti mati (death like appearance)
5. Warna kulit pucat sampai kelabu
6. Pupil dilatasi (setelah 45 detik) . 

Diagnosis henti jantung sudah dapat ditegakkan bila dijumpai ketidak sadaran dan tak teraba denyut arteri besar :

1. Tekanan darah sistolik 50 mmHg mungkin tidak menghasilkan denyut nadi yang dapat diraba.
2. Aktivitas elektrokardiogram (EKG) mungkin terus berlanjut meskipun tidak ada kontraksi mekanis, terutama pada asfiksia.
3. Gerakan kabel EKG dapat menyerupai irama yang tidak mantap.
4. Bila ragu-ragu, mulai saja RIP.

5. RJP yang Tidak Efektifa dan Komplikasinya
RJP yang efektif tidak berarti bahwa pasien harus hidup. Banyak korban yang mendapatkan usaha resusitasi yang baik tidak dapat pulih ( tidak hidup). Kesempatan pasien untuk hidup menjadi lebih besar jika RJP dilakukan secara efisien.

Jika usaha RJP tidak efektif, biasanya disebabkan masalah-masalah seperti di bawah ini: 
1.  Posisi kepala korban tidak sesuai dengan posisi head-tilt pada waktu diberikan napas buatan;
2.  Mulut korban kurang terbuka lebar untuk pergantian udara;
3.  Mulut penolong tidak melingkupi mulut korban secara erat;
4.  Hidung korban tidak ditutup selama pemberian napas buatan;
5.  Korban tidak berbaring diatas alas yang keras;
6.  Irama kompresi yang tidak teratur.

Cedera pada tulang iga merupakan komplikasi yang sering terjadi pada RJP. Apabila tangan ditempatkan terlalu keatas dari titik kompresi, maka patah tulang pada bagian atas sternum dan clavicula mungkin terjadi. Apabila tangan terlalu rendah maka proc. xiphoid mungkin dapat mengalami fraktur atau tertekan kebawah menuju hepar yang dapat mengakibatkan laserasi (luka) disertai perdarahan dalam.

Apabila tangan ditempatkan terlalu jauh dari titik kompresi atau meleset satu dari lainnya maka costa atau kartilagonya dapat mengalami patah.Meskipun RJP dilakukan secara benar, masih terdapat kemungkinan terjadinya patah tulang iga atau terpisahnya kartilago dari perlekatannya. Jika terdapat kasus sepert ini, jangan hentikan RJP. Karena korban lebih baik mengalami patah beberapa tulang iga dan hidup daripada korban meninggal karena anda tidak melanjutkan RJP karena takut akan adanya cedera tambahan. Masalah distensi gaster juga sering terjadi.

6. Penatalaksanaan RJP 
Resusitasi jantung paru hanya dilakukan pada penderita yang mengalami henti jantung atau henti nafas dengan hilangnya kesadaran.oleh karena itu harus selalu dimulai dengan menilai respon penderita, memastikan penderita tidak bernafas dan tidak ada pulsasi. 

Pada penatalaksanaan resusitasi jantung paru harus diketahui antara lain, kapan resusitasi dilakukan dan kapan resusitasi tidak dilakukan.

1.  Resusitasi dilakukan pada :
a. Infark jantung “kecil” yang mengakibatkan “kematian listrik”
b. Serangan Adams-Stokes
c. Hipoksia akut
d. Keracunan dan kelebihan dosis obat-obatan
e. Sengatan listrik
f. Refleks vagal
g. Tenggelam dan kecelakaan-kecelakaan lain yang masih memberi peluang untuk hidup. 

2.  Resusitasi tidak dilakukan pada :
a. Kematian normal, seperti yang biasa terjadi pada penyakit akut atau kronik yang berat.
b. Stadium terminal suatu penyakit yang tak dapat disembuhkan lagi.
c. Bila hampir dapat dipastikan bahwa fungsi serebral tidak akan pulih, yaitu sesudah ½ – 1 jam terbukti tidak ada nadi pada normotermia tanpa RJP.

Pada penatalaksanaan resusitasi jantung paru penilaian tahapan BHD sangat penting. Tindakan resusitasi (yaitu posisi, pembukaan jalan nafas, nafas buatan dan kompresi dada luar) dilakukan kalau memang betul dibutuhkan. Ini ditentukan penilaian yang tepat, setiap langkah ABC RJP dimulai dengan : penentuan tidak ada respons, tidak ada nafas dan tidak ada nadi. 

Langkah-langkah yang dilakukan dalam resusitasi jantung paru adalah sebagai berikut :

1.  Airway (Jalan nafas) 
Berhasilnya resusitasi tergantung dari cepatnya pembukaan jalan nafas. Caranya ialah segera menekuk kepala korban ke belakang sejauh mungkin, posisi terlentang kadang-kadang sudah cukup menolong karena sumbatan anatomis akibat lidah jatuh ke belakang dapat dihilangkan. Kepala harus dipertahankan dalam posisi ini.Bila tindakan ini tidak menolong, maka rahang bawah ditarik ke depan. 

Caranya ialah :
a. Tarik mendibula ke depan dengan ibu jari sambil,
b. Mendorong kepala ke belakang dan kemudian,
c. Buka rahang bawah untuk memudahkan bernafas melalui mulut atau hidung.
d. Penarikan rahang bawah paling baik dilakukan bila penolong berada pada bagian puncak kepala korban. 

Bila korban tidak mau bernafas spontan, penolong harus pindah ke samping korban untuk segera melakukan pernafasan buatan mulut ke mulut atau mulut ke hidung.

2Breathing (Pernafasan) 
Dalam melakukan pernafasan mulut ke mulut penolong menggunakan satu tangan di belakang leher korban sebagai ganjalan agar kepala tetap tertarik ke belakang, tangan yang lain menutup hidung korban (dengan ibu jari dan telunjuk) sambil turut menekan dahi korban ke belakang. Penolong menghirup nafas dalam kemudian meniupkan udara ke dalam mulut korban dengan kuat. Ekspirasi korban adalah secara pasif, sambil diperhatikan gerakan dada waktu mengecil. Siklus ini diulang satu kali tiap lima detik selama pernafasan masih belum adekuat.

Pernafasan yang adekuat dinilai tiap kali tiupan oleh penolong, yaitu perhatikan :

a. Gerakan dada waktu membesar dan mengecil
b. Merasakan tahanan waktu meniup dan isi paru korban waktu mengembang
c. Dengan suara dan rasakan udara yang keluar waktu ekspirasi.
d. Tiupan pertama ialah 4 kali tiupan cepat, penuh, tanpa menunggu paru korban mengecil sampai batas habis.

3.  Circulation (Sirkulasi buatan) 
Sering disebut juga dengan Kompresi Jantung Luar (KJL). Henti jantung (cardiac arrest) ialah hentinya jantung dan peredaran darah secara tiba-tiba, pada seseorang yang tadinya tidak apa-apa; merupakan keadaan darurat yang paling gawat.

Sebab-sebab henti jantung :
a. Afiksi dan hipoksi
b. Serangan jantung
c. Syok listrik
d. Obat-obatan
e. Reaksi sensitifitas
f.  Kateterasi jantung
g. Anestesi.

Untuk mencegah mati biologi (serebral death), pertolongan harus diberikan dalam 3 atau 4 menit setelah hilangnya sirkulasi. Bila terjadi henti jantung yang tidak terduga, maka langkah-langkah ABC dari tunjangan hidup dasar harus segera dilakukan, termasuk pernafasan dan sirkulasi buatan.

Henti jantung diketahui dari :
1. Hilangnya denyut nadi pada arteri besar
2. Korban tidak sadar
3. Korban tampak seperti mati
4. Hilangnya gerakan bernafas atau megap-megap.

Pada henti jantung yang tidak diketahui, penolong pertama-tama membuka jalan nafas dengan menarik kepala ke belakang. Bila korban tidak bernafas, segera tiup paru korban 3-5 kali lalu raba denyut arteri carotis. 

Perabaan arteri carotis lebih dianjurkan karena : 
1. Penolong sudah berada di daerah kepala korban untuk melakukan pernafasan buatan
2. Daerah leher biasanya terbuka, tidak perlu melepas pakaian korban
3. Arteri karotis adalah sentral dan kadang-kadang masih berdenyut sekalipun daerah perifer lainnya tidak teraba lagi.

Bila teraba kembali denyut nadi, teruskan ventilasi. Bila denyut nadi hilang atau diragukan, maka ini adalah indikasi untuk memulai sirkulasi buatan dengan kompresi jantung luar. Kompresi jantung luar harus disertai dengan pernafasan buatan. 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan ABC pada RJP tersebut adalah :
1. RJP jangan berhenti lebih dari 5 detik dengan alasan apapun
2. Tidak perlu memindahkan penderita ke tempat yang lebih baik, kecuali bila ia sudah stabil
3. Jangan menekan prosesus xifoideus pada ujung tulang dada, karena dapat berakibat robeknya hati
4. Diantara tiap kompresi, tangan harus melepas tekanan tetapi melekat pada sternum, jari-jari jangan menekan iga korban
5. Hindarkan gerakan yang menyentak. Kompresi harus lembut, teratur dan tidak terputus
6. Perhatikan komplikasi yang mungkin karena RJP.

ABC pada RJP dilakukan pada korban yang mengalami henti jantung dapat memberi kemungkinan beberapa hasil :
1. Korban menjadi sadar kembali
2. Korban dinyatakan mati, ini dapat disebabkan karena pertolongan RJP yang terlambat diberikan atau pertolongan tak terlambat tetapi tidak betul pelaksanaannya.
3. Korban belum dinyatakan mati dan belum timbul denyut jantung spontan. 

Dalam hal ini perlu diberi pertolongan lebih lanjut yaitu bantuan hidup lanjut (BHL).Pengajaran resusitasi jantung paru (RJP) dibagi dalam 3 fase, yaitu : 
1. Bantuan Hidup Dasar (BDH).
2. Bantuan Hidup Lanjut (BHL).
3. Bantuan Hidup Jangka Lama. Dan dalam 9 langkah dengan menggunakan huruf abjad dari A sampai I. 

Fase I : untuk oksigenasi darurat, terdiri dari :
(A) Airway Control : penguasaan jalan nafas. 
(B) Breathing Support : ventilasi bantuan dan oksigen paru darurat. 
(C) Circulation Support : pengenalan tidak adanya denyut nadi dan pengadaan sirkulasi buatan dengan kompresi jantung, penghentian perdarahan dan posisi untuk syok. 

Fase II : untuk memulai sirkulasi spontan terdiri dari : 
(D)  Drugs and Fluid Intravenous Infusion : pemberian obat dan cairan tanpa menunggu hasil EKG. 
(E) Electrocardioscopy (Cardiography). 
(F) Fibrillation Treatment : biasanya dengan syok listrik (defibrilasi). 

Fase III : untuk pengelolaan intensif pasca resusitasi, terdiri dari : 
(G) Gauging : menetukan dan memberi terapi penyebab kematian dan menilai sejauh mana pasien dapat diselamatkan. 
(H) Human Mentation : SSP diharapkan pulih dengan tindakan resusitasi otak yang baru dan 
(I) Intensive Care : resusitasi jangka panjang.

Fase I (Bantuan Hidup Dasar)
Bila terjadi nafas primer, jantung terus dapat memompa darah selama beberapa menit dan sisa O2 yang berada dalam paru darah akan terus beredar ke otak dan organ vital lain. Penanganan dini pada korban dengan henti nafas atau sumbatan jalan nafas dapat mencegah henti jantung. Bila terjadi henti jantung primer, O2 tidak beredar dan O2 yang tersisa dalam organ vital akan habis dalam beberapa detik. Henti jantung dapat disertai dengan fenomena listrik berikut : fibrilasi fentrikular, takhikardia fentrikular, asistol ventrikular atau disosiasi elektromekanis.

Penilaian tahapan BHD sangat penting. Tindakan resusitasi meliputi posisi pembukaan jalan nafas buatan dan kompresi dada luar dilakukan kalau memang betul dibutuhkan. Ini ditentukan penilaian yang tepat. Setiap langkah ABC RJP dimulai dengan penentuan tidak ada respon, tidak ada nafas dan tidak ada nadi. Pada korban yang tiba- tiba kolaps, kesadaran harus segera ditentukan dengan tindakan goncangan atau teriak yang terdiri dari menggoncangkan korban dengan lembut dan memanggil keras. Bila tidak dijumpai tanggapan hendaknya korban diletakkan dalam posisi terlentang dan ABC BHD hendaknya dilakukan. Sementara itu mintalah pertolongan dan bila mungkin aktifitaskan sistem pelayanan medis darurat. 

1.  Airway (Jalan Nafas) 
Sumbatan jalan nafas oleh lidah yang menutupi dinding posterior faring adalah merupakan persoalan yang sering timbul pada pasien yang tidak sadar dengan posisi terlentang. Resusitasi tidak akan berhasil bila sumbatan tidak diatasi. Tiga cara telah dianjurkan untuk menjaga agar jalan nafas tetap terbuka yaitu dengan metode ekstensi kepala angkat leher, metode ekstensi kepala angkat dagu dan metode angkat dagu dorong mandibula, dimana metode angkat dagu dorong mandibula lebih efektif dalam membuka jalan nafas atas daripada angkat leher.

Pendorongan mandibula saja tanpa ekstensi kepala juga merupakan metode paling aman untuk memelihara jalan nafas atas tetap terbuka, pada pasien dengan dugaan patah tulang leher. Bila korban yang tidak sadar bernafas spontan dan adekuat dengan tidak ada sianosis, korban sebaiknya diletakkan dalam posisi mantap untuk mencegah aspirasi. Bila tidak diketahui atau dicurigai ada trauma kepala dan leher, korban hanya digerakkan atau dipindahkan bila memang mutlak diperlukan karena gerak yang tidak betul dapat mengakibatkan paralisis pada korban dengan cedera leher. Disini teknik dorong mandibula tanpa ekstensi kepala merupakan cara yang paling aman untuk membuka jalan nafas, bila dengan ini belum berhasil dapat dilakukan sedikit ekstensi kepala.

2.  Breathing (Pernafasan) 
Setelah jalan nafas terbuka, penolong hendaknya segera menilai apakah pasien dapat bernafas spontan atau tidak. Ini dapat dilakukan dengan mendengarkan gerak nafas pada dada korban. Bila pernafasan spontan tidak timbul kembali diperlukan ventilasi buatan.Untuk melakukan ventilasi mulut ke mulut penolong hendaknya mempertahankan kepala dan leher korban dalam salah satu sikap yang telah disebutkan diatas dan memencet hidung korban dengan satu tangan atau dua kali ventilasi dalam. Kemudian segera raba denyut nadi karotis atau femoralis. Bila ia tetap henti nafas tetapi masih mempunyai denyut nadi diberikan ventilasi yang dalam sebesar 800 ml sampai 1200 ml setiap 5 detik.

Bila denyut nadi karotis tidak teraba, dua kali ventilasi dalam harus diberikan sesudah tiap 15 kompresi dada pada resusitasi yang dilakukan oleh seorang penolong dan satu ventilasi dalam sesudah tiap 5 kompresi dada pada yang dilakukan oleh 2 penolong. Tanda ventilasi buatan yang adekuat adalah dada korban yang terlihat naik turun dengan amplitudo yang cukup ada udara keluar melalui hidung dan mulut korban selama respirasi sebagai tambahan selama pemberian ventilasi pada korban, penolong dapat merasakan tahanan dan pengembangan paru korban ketika diisi.

Pada beberapa pasien ventilasi mulut ke hidung mungkin lebih efektif daripada fentilasi mulut ke mulut. Ventilasi mulut ke stoma hendaknya dilakukan pada pasien dengan trakeostomi. Bila ventilasi mulut ke mulut atau mulut ke hidung tidak berhasil baik walaupun jalan nafas telah dicoba dibuka, faring korban harus diperiksa untuk melihat apakah ada sekresi atau benda asing.Pada tindakan jari menyapu, korban hendaknya digulingkan pada salah satu sisinya. Sesudah dengan paksa membuka mulut korban dengan satu tangan memegang lidah dan rahangnya, penolong memasukkan jari telunjuk dan jari tengah tangan yang lain kedalam satu sisi mulut korban dalam satu gerakan menyapu. Bila tindakan ini gagal untuk mengeluarkan benda asing, hendaknya dikerjakan hentakan abdomen atau hentakan dada, sehingga tekanan udara dalam abdomen meningkat dan akan mendorong benda untuk keluar.Hentakan dada dilakukan pada korban yang terlentang, teknik ini sama dengan kompresi dada luar. 

Urutan yang dianjurkan adalah :
a. Berikan 6 sampai 10 kali hentakan abdomen.
b. Buka mulut dan lakukan sapuan jari.
c. Reposisi pasien, buka jalan nafas dan coba beri ventilasi buatan dapat dilakukan dengan sukses.

Bila sesudah dilakukan gerak tripel (ekstensi kepala, buka mulut dan dorong mandibula), pembersihan mulut dan faring ternyata masih ada sumbatan jalan nafas, dapat dicoba pemasangan pipa jalan nafas. Bila dengan ini belum berhasil perlu dilakukan intubasi trakheal. Bila tidak mungkin atau tidak dapat dilakukan intubasi trakheal, sebagai alternatifnya adalah krikotomi atau fungsi membrane krikotiroid dengan jarum berlumen besar (misal dengan kanula intravena 14 G). Bila masih ada sumbatan di bronkhus maka perlu tindakan pengeluaran benda asing dari bronkhus atau terapi bronkhospasme dengan aminophilin atau adrenalin.

3.  Circulation (Sirkulasi)
Bantuan ketiga dalam BHD adalah menilai dan membantu sirkulasi. Tanda- tanda henti jantung adalah:
a. Kesadaran hilang dalam waktu 15 detik setelah henti jantung.
b. Tak teraba denyut nadi arteri besar (femoralis dan karotis pada orang dewasa atau brakhialis pada bayi).
c. Henti nafas atau megap- megap.
d. Terlihat seperti mati.
e. Warna kulit pucat sampai kelabu.
f. Pupil dilatasi (45 detik setelah henti jantung)
g. Tidak ada nadi yang teraba pada arteri besar, pemeriksaan arteri karotis sesering mungkin merupakan tanda utama henti jantung. 

Diagnosis henti jantung dapat ditegakkan bila pasien tidak sadar dan tidak teraba denyut arteri besar. Pemberian ventilasi buatan dan kompresi dada luar diperlukan pada keadaan sangat gawat.Korban hendaknya terlentang pada permukaan yang keras agar kompresi dada luar yang dilakukan efektif. Penolong berlutut di samping korban dan meletakkan sebelah tangannya diatas tengah pertengahan bawah sternum korban sepanjang sumbu panjangnya dengan jarak 2 jari dari persambungan episternum. Tangan penolong yang lain diletakkan diatas tangan pertama, jari- jari terkunci dengan lurus dan kedua bahu tepat diatas sternum korban, penolong memberikan tekanan ventrikel ke bawah yang cukup untuk menekan sternum 4 sampai 5 cm.

Setelah kompresi harus ada relaksasi, tetapi kedua tangan tidak boleh diangkat dari dada korban, dianjurkan lama kompresi sama dengan lama relaksasi. Bila ada satu penolong, 15 kompresi dada luar (laju 80 sampai 100 kali/ menit) harus diikuti dengan pemberian 2 kali ventilasi dalam (2 sampai 3 detik). Dalam satu menit harus ada 4 siklus kompresi dan ventilasi (yaitu minimal 60 kompresi dada dan 8 ventilasi). Jadi 15 kali kompresi dan 2 ventilasi harus selesai maksimal dalam 15 detik. Bila ada 2 penolong, kompresi dada diberikan oleh satu penolong dengan laju 80 sampai 100 kali/ menit dan pemberian satu kali ventilasi dalam 1 sampai 1,5 detik oleh penolong kedua sesudah tiap kompresi kelima. Dalam satu menit minimal harus ada 60 kompresi dada dan 12 ventilasi. Jadi lima kompresi dan satu ventilasi maksimal dalam 5 detik.Kompresi dada harus dilakukan secara halus dan berirama. 

Bila dilakkan dengan benar, kompresi dada luar dapat menghasilkan tekanan sistolik lebih dari 100 mmHg, dan tekanan rata- rata 40 mmHg pada arteri karotis. Kompresi dada tidak boleh terputus lebih dari 7 detik setiap kalinya, kecuali pada intubasi trakheal, transportasi naik turun tangga dapat sampai 15 detik. Sesudah 4 daur kompresi dan ventilasi dengan rasio 15 : 2, lakukan reevaluasi pada pasien. 

Periksa apakah denyut karotis sudah timbul (5 detik). Bila tidak ada denyut lanjutkan dengan langkah berikut : Periksa pernafasan 3 sampai 5 detik bila ada, pantau pernafasan dan nadi dengan ketat. Bila tidak ada lakukan ventilasi buatan 12 kali per menit dan pantau nadi dengan ketat. Bila RJP dilanjutkan beberapa menit dihentikan, periksa apakah sudah timbul nadi dan ventilasi spontan begitu seterusnya.

Fase II (Bantuan Hidup Lanjut)
Bantuan hidup lanjut berhubungan dengan teknik yang ditujukan untuk memperbaiki ventilasi dan oksigenasi korban dan pada diagnosis serta terapi gangguan irama utama selama henti jantung. Bantuan hidup dasar memerlukan peralatan khusus dan penggunaan obat. Harus segera dimulai bila diagnosis henti jantung atau henti nafas dibuat dan harus diteruskan sampai bantuan hidup lanjut diberikan. Setelah dilakukan ABC RJP dan belum timbul denyut jantung spontan, maka resusitasi diteruskan dengan langkah DEF. 

1.  Drug and Fluid (Obat dan Cairan) 
Tanpa menunggu hasil EKG dapat diberikan :
a. Adrenalin : 0,5 – 1,0 mg dosis untuk orang dewasa, 10 mcg/ kg pada anak- anak. 
Cara pemberian : iv, intratrakeal lewat pipa trakeal (1 ml adrenalin diencerkan dengan 9 ml akuades steril, bukan NaCl, berarti dalam 1 ml mengandung 100 mcg adrenalin). 

Jika keduanya tidak mungkin : lakukan intrakardial (hanya oleh tenaga yang sudah terlatih). Di ulang tiap 5 menit dengan dosis sama sampai timbul denyut spontan atau mati jantung.

b. Natrium Bikarbonat : dosis mula 1 mEq/ kg (bila henti jantung lebih dari 2 menit) kemudian dapat diulang tiap 10 menit dengan dosis 0,5 mEq/ kg sampai timbul denyut jantung spontan atau mati jantung.

Penggunaan natrium bikarbonat tidak lagi dianjurkan kecuali pada resusitasi yang lama, yaitu pada korban yang diberi ventilasi buatan yang lama dan efisien, sebab kalau tidak asidosis intraseluler justru bertambah dan tidak berkurang. Penjelasan untuk keanehan ini bukanlah hal yang baru. CO2 yang tidak dihasilkan dari pemecahan bikarbonat segera menyeberangi membran sel jika CO2 tidak diangkut oleh respirasi.  

2.  EKG 
Meliputi fibrilasi ventrikuler, asistol ventrikuler dan disosiasi elektro mekanis. 

3.  Fibrilation Treatment (Terapi Fibrilasi) 
Elektroda dipasang disebelah kiri puting susu kiri disebelah kanan sternum atas, defibrilasi luar arus searah:
a. 200 – 300 joule pada dewasa.
b. 100 – 200 joule pada anak.
c. 50 – 100 joule pada bayi.

Fase II ( bantuan Hidup Jangka lama atau Bantuan Hidup Pasca Resusitasi)
Jenis pengelolaan pasien yang diperlukan pasien yang telah mendapat resusitasi bergantung sepenuhnya kepada resusitasi. Pasien yang mempunyai defisit neurologis dan tekanan darah terpelihara normal tanpa aritmia hanya memerlukan pantauan intensif dan observasi terus menerus terhadap sirkulasi, pernafasan, fungsi otak, ginjal dan hati. Pasien yang mempunyai kegagalan satu atau lebih dari satu sistem memerlukan bantuan ventilasi atau sirkulasi, terapi aritmia, dialisis atau resusitasi otak.

Organ yang paling terpengaruh oleh kerusakan hipoksemik dan iskemik selama henti jantung adalah otak. Satu dari lima orang yang selamat dari henti jantung mempunyai defisit neurologis. Bila pasien tetap tidak sadar, hendaknya dilakukan upaya untuk memelihara perfusi dan oksigenasi otak. Tindakan ini meliputi penggunaan agen vasoaktif untuk memelihara tekanan darah sistemik yang normal, penggunaan steroid untuk mengurangi sembab otak dan penggunaan diuretik untuk menurunkan tekanan intracranial. Oksigen tambahan hendaknya diberikan dan hiperventilasi derajad sedang juga membantu.

Keputusan Untuk Menghakhiri RJP
Semua tenaga kesehatan dituntut untuk memulai RJP segera setelah diagnosis henti nafas atau henti jantung dibuat, tetapi dokter pribadi korban hendaknya lebih dulu diminta nasehatnya sebelum upaya resusitasi dihentikan. Tidak sadar ada pernafasan spontan dan refleks muntah dan dilatasi pupil yang menetap selama 15 sampai 30 menit atau lebih merupakan petunjuk kematian otak kecuali pasien hipotermik atau dibawah efek barbiturat atau dalam anesthesia umum. Akan tetapi tidak adanya tanggapan jantung terhadap tindakan resusitasi. Tidak ada aktivitas listrik jantung selama paling sedikit 30 menit walaupun dilakukan upaya RJP dan terapi obat yang optimal menandakan mati jantung.

Dalam resusitasi darurat, seseorang dinyatakan mati, jika :
1. Terdapat tanda- tanda mati jantung.
2. Sesudah dimulai resusitasi pasien tetap tidak sadar, tidak timbul ventilasi spontan dan refleks muntah serta pupil tetap dilatasi selama 15 sampai 30 menit atau lebih, kecuali kalau pasien hipotermik atau dibawah pengaruh barbiturat atau anestesia umum.

Dalam keadaan darurat resusitasi dapat diakhiri bila ada salah satu dari berikut ini:
1. Telah timbul kembali sirkulasi dan ventilasi spontan yang efektif.
2. Upaya resusitasi telah diambil alih oleh orang lain yang lebih bertanggung jawab meneruskan resusitasi (bila tidak ada dokter).
3. Seorang dokter mengambil alih tanggung jawab (bila tidak ada dokter sebelumnya).
4. Penolong terlalu capek sehingga tak sanggup meneruskan resusitasi.
5. Pasien dinyatakan mati.

Setelah dimulai resusitasi ternyata diketahui bahwa pasien berada dalam stadium terminal suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau hampir dapat dipastikan bahwa fungsi serebral tak akan pulih (yaitu sesudah setengah atau satu jam terbukti tidak ada nadi pada normotermia tanpa RJP.
Read more »

Info Lowongan PNS / CPNS DEPKES 2012

Lowongan CPNS Kemenkes 2012 pada situr resminya www.ropeg-kemenkes.or.id akan menyediakan berbagai informasi tentang cara pendaftaran online maupun persyaratan bagi pelamar CPNS Kementerian Kesehatan RI tahun 2012. Dimana disitus tersebut kita dapat melakukan regrestrasi online atau poendaftaran online ke web tersebut. Dan adapun kelengkapan yang harus dipenuhi dapat anda kirimkan langsung ke PO BOX pada masing-masing provinsi peminatan mulai pada tanggal yang ditentukan yaitu tanggal 31 Juli 2012 sampai tanggal dan tanggal 13 Agustus 2012 , selambat-lambatnya diterima di PO BOX pukul 15.00 waktu setempat, jika lebih dari jam tersebut maka berkas lowongan akan di diskualifikasiUntuk pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi akan ditayangkan disitus tersebut atau papan pengumuman tiap-tiap propinsi pada tanggal 15 Agustus 2012. Dan jika lulus maka kartu Peserta Ujian di Provinsi Peminatan dapat diambil pada tanggal 5 – 6 September 2012. Kemudian pelaksaan ujian tertulis CPNS Kemenkes 2012 akan diadakan pada tanggal 8 September 2012. Berikut beberapa lowongan yang dibutuhkan pada CPNS Kemenkes 2012 yaitu: Dokter, Perawat, Dosen dan Sanitarian

Syarat pelamar CPNS Kemenkes 2012 yaitu:
  1. WNI atau Warga Negara Republik Indonesia.
  2. Sehat jasmani dan rohani.
  3. Bagi pelamar yang mendaftar untuk mengisi formasi dokter/dokter gigi/dokter spesialis/dokter gigi spesialis harus memiliki STR sebagai dokter/dokter gigi/dokter spesialis/dokter gigi spesialis.
  4. Bersedia melaksanakan tugas pada unit kerja penempatan paling singkat selama 5 (lima) tahun.
  5. Bagi dokter/dokter gigi yang berstatus sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahap Akhir hanya dapat melamar di Rumah Sakit Pendidikan tempat yang bersangkutan mengikuti program pendidikan.
  6. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun. pada tanggal 01 Oktober 2012.
  7. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum
  8. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun pegawai swasta.
  9. Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri, anggota/pengurus partai politik dan tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain.

Adapun persayaratan CPNS Kemenkes 2012 ini melalui online adalah:
  • Pendaftar atau pelamar lowongan CPNS ini harus mengisikan data dan mengikuti ketentuan pendaftaran yang tertera di website Biro Kepegawaian (www.ropeg-kemenkes.or.id) dan website Kementerian Kesehatan (www.depkes.go.id) mulai tanggal 31 Juli s/d 4 Agustus 2012.
  • Berkas pendaftaran secara online bisa dikirim scan lewat online namun harus tetap mengirimkan berkas lamaran tersebut ke kantor pos maupun dating sendiri langsung ke masing-masing kantor pendaftaran manual tiap-tiap propinsi
  • Berkas akan ditunggu selambat-lambatnya tanggal 13 Agustus 2012 pukul 15.00 waktu setempat (bukan tanggal cap pos pengiriman).
  • Berkas hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan tidak ada pengiriman susulan berkas. Dan tiap berkas yang sudah dikirim tidak bisa diminta kemabali ke panitia
  • Berkas yang dikirimkan sebelum tanggal 31 Juli 2012 dianggap tidak berlaku

Untuk pelaksanaan Ujian tertulis CPNS Kemenkes 2012 akan diadakan pada hari Sabtu tanggal 8 September 2012 di masing-masing provinsi peminatan., contohnya bagi yang Registrasi on-line www.ropeg-kemenkes.or.id di Medan, peminatan Poltekkes Tasikmalaya – lokasi ujiannya terletak di Bandung dan juga bagi yang Registrasi on-line di Jakarta, peminatan RS Wahidin Sudirohusodo maka untuk lokasi ujian di Makassar dengan alamat yang sudah ditentukan
Read more »

MENJUAL : SARI KURMA AMIRA 100% ASLI SARI KURMA

Kandungan kalori dari kurma sangat tinggi sehingga menghasilkan tenaga yang lebih untuk tubuh. Berbuka puasa dengan Sari Kurma sangat cepat memulihkan tenaga. Gizi yang terkandung cukup untuk menggantikan makan kita sehari hari sehingga cocok untuk Diet.
Kandungan Gula pada Sari Kurma berfungsi menenangkan syaraf yang gelisah. Kandungan Potasium dalam Kurma berfungsi menormalkan tekanan darah, Kalium berfungsi menjaga keseimbangan denyut Jantung dan pembuluh darah


Manfaat Sari Kurma AMIRA

  1.  Meningkatkan energi dan stamina secara cepat : Kandungan Glukosa & Fruktosa memberikan energi yang siap pakai dengan hanya butuh waktu 5 – 10 menit.
  2. Meningkatkan ketahanan selama Puasa, diminum setelah makan sahur dan untuk berbuka pertama
  3. Cepat meningkatkan Hemogloin dan Trombosit dalam darah untuk membantu menyembuhkan DBD dan Tyfus.
  4. Kandungan Glukosa & Fruktosa yang tinggi membantu dalam proses pemulihan energi pasien demam berdarah. Protein dan asam amino, glukosa, mineral-mineral (Mg, kalium, kalsium, sulfur) membantu mengembalikan volume plasma darah dan konsentrasi trombosit darah
  5. Membantu mengatasi ANEMIA
  6. Memberikan tenaga selama ibu mengandung
  7. Melancar kan proses melahirkan
  8. Meningkatkan jumlah dan gizi pada ASI
  9. Kandungan Glukosa, Fruktosa & Vit. B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantungcketika darah dipompa ke pembuluh nadi).Zat besi, kalsium dan asam folat, hormon yang mirip oxitosin berperan dalam perkembangan janin, mempermudah proses kelahiran dan menstimulasi pengeluaran air susu.
  10. Menyehatkan dan meningkatkan pertumbuhan anak.
  11. Lutein baik untuk balita dan pertumbuhan anak.
  12. Menenangkan dan menyenyakkan tidur.
  13. Menyehatkan jantung dan liver.
  14. Flavones, flavonols berperan dalam pencegahan & pemulihan penyakit hati.
  15. Melancarkan Pencernaan.
  16. Membantu meredakan nyeri otot.
  17. Asam malat & magnesium membantu meredakan nyeri otot & tulang.
  18. Sebagai sumber serat yang tinggi.
  19. Adanya kandungan Pectin (serat) membantu mengatasi sembelit.
  20. Kekebalan Tubuh atau Anti Oksidan
  21. Polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi & serangan penyakit 



PESAN SEKARANG :


Harga : Rp. 55.000 belum termasuk ongkos kirim / 1 Botol

Hubungi  :  TELPON : (0752) 23649 HP : 08126703095 
An ARIF BAHASA  YP, SKM
Alamat : JALAN RAYA TIGO BALEH NO 11 BUKITTINGGI- SUMATRA BARAT


====== KAMI MELAYANI PEMESANAN DARI DAERAH MANAPUN  ====

MENJUAL : SARI KURMA AMIRA 100% ASLI SARI KURMA , Untuk wilayah bukittinggi silhkan datang langsung ke alamat kami : JALAN RAYA TIGO BALEH NO 11 BUKITTINGGI- SUMATRA BARAT

 MENJUAL : SARI KURMA AMIRA 100% ASLI SARI KURMA , Untuk wilayah bukittinggi silhkan datang langsung ke alamat kami : JALAN RAYA TIGO BALEH NO 11 BUKITTINGGI- SUMATRA BARAT 

MENJUAL : SARI KURMA AMIRA 100% ASLI SARI KURMA , Untuk wilayah bukittinggi, padang sumbar  silhkan datang langsung ke alamat kami : JALAN RAYA TIGO BALEH NO 11 BUKITTINGGI- SUMATRA BARAT  



RAPANI-ID.COM 

Web Design & Programing, Jasa Pembuatan Website murah Di Bukittinggi - Sumbar , Jasa Pembutan Toko Online, Service VPS & Hosting Server, Setting & Instalasi Proxy Server, Instalasi Jaringan & Mikrotik Router, Service & Instalasi Komputer, Laptop 

Klik disini Info lebih lengkap



Bagi Yang Butuh Konfigurasi Squid/ Lusca Head Proxy  + Mikrotik , Yang lebih Bagus untuk Warnet/ Kantor , Game Online dll terutama untuk wilayah Bukittinggi dan Sumbar Silahkan Hubungi :

Ahmad Rapani 

HP : 082170824476 

YM : rapani_loebis

Email : rapani_loebis@yahoo.com 

FB : Rapani Loebis  (  http://www.facebook.com/rapani.loebis )

Website : www.rapani-id.com

 


Read more »

Sejarah Islam Mongol - Bangsa Penghancur yang Ditaklukkan

 Mongolia adalah sebuah negara di sebelah utara Cina yang berbatasan dengan wilayah Siberia Rusia, hampir 80% wilayah Mongolia adalah Gurun Gobi, yaitu sebuah bentangan tanah luas yang minim pepohonan. Pernah melihat film berjudul Baby yang salah satu adegannya juga meliput kehidupan bayi di Mongolia yang bernama Bayar, ya itulah sekilas tentang penduduk Mongolia yang rumahnya seperti tenda buat kemah.
Menurut ilmu Antropologi , Mongolia termasuk ras Mongoloid, yang tersebar di Asia Timur, Asia Tenggara, Amerika, dan Kutub Utara.
 
Harun Yahya membuat silsilah Bangsa Mongol, menurutnya Bangsa Mongol adalah keturunan dari Maghuh bin Yafits ( anak sulung Nabi Nuh As ), yang mempunyai banyak anak salah satunya adalah Shin bin Maghuh yang menurunkan Bangsa Cina, Korea dan Jepang. Beberapa keturunan Maghuh bin Yafits menurunkan berbagai bangsa seperti bangsa Melayu ( Malaysia dan Indonesia), Indian di Amerika dan Eskimo di Kutub Utara. dan keturunan lain menurunkan bangsa Ya’juj Ma’juj yang akan keluar di akhir jaman, wah kita ternyata masih saudaraan dengan bangsa Ya’juj Ma’juj, yah.
SEJARAH MONGOLIA, BANGSA PERUSAK DAN PENGHANCUR
Mungkin tidak banyak yang tahu seperti apa Negara Mongolia yang beribukota di Ulan Bator saat ini, karena peran negara ini di kancah internasional saat ini sangatlah minim, sehingga minim pemberitaan.
Namun itu sekarang, tetapi coba tengok 8 abad yang lalu tepatnya pada abad ke 13, siapa yang menyangka saat itut ahun 1174 lahir seorang anak dari bangsa Mongol yang bernama Temujin. Setelah dewasa Temujin berhasil menyatukan seluruh suku-suku yang ada di Mongolia dalam satu pemerintahan yang diperintah olehnya, dia kemudian diberi gelar nama yaitu Jengis Khan pada tahun 1206.
Jengis Khan tidak puas dengan itu semua, persatuan Bangsa Mongol hanyalah permulaan, tujuan utamanya adalah menguasai dunia, kemudian mulailah ekspansi besar-besaran Bangsa Mongol.
Negeri Cina yang pertama menjadi korban keserakahan Jengis Khan, seluruh daratan Cina berhasil dikuasai pasukan Mongol yang dipimpin Jengis Khan, dan menumbangkan Dinasti Songdan disempurnakan oleh cucunya Kubilai Khan tahun 1279, serta mendirikan Dinasti Yuan tahun itu juga. Pasukan Mongol bergerak ke arah timur menaklukan Manchuria ( Semenanjung Korea ), lalu Jepang. Kemudian bergerak ke arah selatan menaklukan kerajaan Yunan, Myanmar, dan terus melaju ke selatan menyerang langsung pusat Kerajaan Singasari di Jawa Timur, namun hanya sebentar, karena Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Mongol ( Tartar ) dari Nusantara.
Di bawah kepemimpinan Hulaku Khan, pasukan Mongol bergerak ke arah barat, membantai rakyat negeri-negeri yang dilewatinya, terus menguasai India, Afganistan, dan bergerak terus mengalahkan Kesultanan Khurasan, dan Persia. Kaum muslim yang saat itu sedang dalam keadaan terpecah belah akibat tidak tunduk sepenuhnya pada Pemerintahan Khilafah Islam di Baghdad, tidak mampu membendung serangan bangsa Mongol yang sangat bengis. Bahkan penduduk kota Herat di Afganistan hanya tersisa sembilan orang saja yang berhasil bertahan hidup, seperti yang dituturkan oleh sejarahwan Mike Edward di National Geographic.
Mongol Menguasai Baghdad
Tahun 1258, Hulako Khan berhasil menumbangkan pemerintahan Khilafah Bani Abasiyah di Baghdad, membantai jutaan kaum muslim di sana, hanya beberapa saja yang selamat dari kekejaman tantara Barbar Mongol ( Tar tar), selain menghancurkan kota Baghdad, tentara Mongol juga membakar dan membuang buku-buku ilmu pengetahuan yang berada di perpustakaan Baghdad, saat itu banyak koleksi berharga ilmu pengetahuan hilang begitu saja. Serangan Bangsa Mongol digambarkan oleh Ibnu Taimiyah sebagai kengerian yang luar biasa, dan sulit diterima akal sehat. Ibnu Taimiyah adalah salah seorang yang selamat dari serangan tentara Mongol, beliau dan keluarganya berhasil melarikan diri ke Mesir.
Pasukan Mongol terus bergerak ke arah Palestina, namun dihadang oleh tentara Mamluk dari Bani Mamalik yang dipimpin Muzafar Al Qutus di Ain Jalut, bersama Ibnu Taimiyah, Al Qutus berhasil menghadang dan menggagalkan serangan Mongol ke Palestina dan Mesir.

Pasukan Mongol berhenti menyerang kaum muslim setelah kalah telak di Ain Jalut. Namun di sisi lain arah tenggara mereka terus melakukan serangan ke Eropa, mengalahkan kerajaan Rusia, terus bergerak menguasai Eropa Timur, mengalahkan bangsa Viking di Swedia, tentara-tentara Eropa tumbang setelah kalah melawan tentara kuda Mongol yang lebih pendek dan kecil namun sangat gesit, sehingga seluruh Eropa Timur dikuasai Mongol.

MASUK ISLAM
Yah itu semua memang adalah kehebatan bangsa Mongol, mereka mampu hampir saja menguasai dunia, dengan kehebatan militernya yang luar biasa. Setelah berhasil menguasai hampir seluruh benua Asia dan sebagian Eropa, gerakan tentara Bangsa Mongol mulai mengendur.

Terlepas dari kemampuan militernya yang hebat, Mongol tidak menonjol secara kebudayaan. Walaupun para pemimpin Mongol mengundang para ahli ke pusat pemerintahannya untuk membangun negeri itu, tetapi bangsa Mongol sendiri tidak tampil sebagai ilmuwan, sastrawan, atau arsitek. Mereka tetap memainkan peran yang sama sebagaimana sebelumnya, yaitu sebagai tentara dan penunggang kuda yang tangguh. Kekosongan di lapangan peradaban otomatis diisi oleh bangsa-bangsa lainnya, dan kaum Muslimin memiliki peranan yang besar dalam hal ini.
Kemudian mulailah para pimpinan Bangsa Mongol di daerah-daerah yang ditaklukan seperti di timur tengah masuk Islam, dan pada akhirnya mayoritas pasukan Mongol yang menguasai daerah di timur tengah pun masuk Islam. Mereka kagum dengan budaya mulia Islam, dengan ilmu pengetahuannya, dengan sistem hukumnya, ekonominya serta Ideologinya yang sangat maju. Para pemimpin inilah yang akhirnya melepaskan diri dari kekuasaan Imperium Mongol dan justru tunduk pada kekuasaan Khilafah Islam di Mesir. Para penguasa daerah taklukan Mongol akhirnya mendirikan Kesultanan Mongol seperti di India, dan Turki.
Khaleed Khan, Keturunan Mongol Persia ( Foto dari babur.com )
Bahkan Berke Khan seorang penguasa Mongol di Turki ( Golden Horde ) justru menyerang tentara Mongol pimpinan Hulaku Khan yang hendak menyerang Palestina kembali setelah kalah di Perang Ain Jalut. Walaupun Berke Khan dan Hulakhu Khan adalah saudara, tetapi Berke Khan lebih mencintai Islam dan kaum muslim dari pada Bangsa Mongol.
Muslim Keturunan Kazakh Mongol di Kazakhstan
Di Wilayah bekas kekuasaan Hulaku Khan justru berdiri Kesultanan Mongol yang memerintah hingga akhir abad 18 dari wilayah India, Pakistan, Afganistan, Kazakhstan, Uzbek dan lainnya, salah satu Sultan yang terkenal adalah Sultan Akbar Khan, yang merupakan keturunan India Mongol. Dan nama-nama Mongol di India juga identik dengan Islam, seperti Syahrukh Khan, Amir Khan, mereka adalah muslim dan mereka adalah keturunan Mongol India. Pernah nonton film My name is Khan yah itu adalah nama Muslim dari India. Beberapa keturunan Mongol nantinya juga menurunkan bani Utsmani yang nantinya mengambil alih pemerintahan Khilafah Islam, yaitu Khilafah Utsmaniyah. Muhammad Al Fatih juga masih punya darah Mongol.
Di Cina, saat Dinasti Yuan yang merupakan Dinasti Mongol berkuasa, justru Islam berkembang sangat pesat. Orang-orang Arab dan Uighur yang beragama Islam serta mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi maju di rekrut oleh pemerintah Yuan untuk membangun Cina, dan ini adalah kesempatan bagi mereka untuk berdakwah.
IMPERIUM MONGOL AKHIRNYA TUMBANG
Setelah para pasukan dan pimpinan Mongol di timur tengah masuk Islam, maka akhirnya kekuatan Imperium Mongol pun rontok satu per satu. Kekuasaan Mongol di Eropa berhasil direbut kembali oleh bangsa-bangsa Eropa karena tidak ada dukungan dari Timur Tengah, sedangkan di Timur Tengah para penguasa Mongol melepaskan diri dari Imperium Mongol karena tunduk pada Islam. Dan puncaknya adalah kekuatan terakhir Imperium Mongol yaitu Dinasti Yuan di Cina, dikudeta oleh kaum muslim dan rakyat Cina.


Akhirnya Dinasti Yuan pun tumbang pada tahun 1358 setelah menguasai Cina selama 89 tahun ( 1279-1558 ) dan berdirilah Dinasti Ming, dan saat itu juga ekonomi dan politik Cina dikuasai kaum Muslim, dan Islam mewarnai segala aspek kehidupan di Cina, menurut catatan sejarah ada banyak Kaisar Dinasti Ming yang Muslim, ada juga yang menyebutkan semua Kaisar Dinasti Ming adalah Muslim, dan ada Juga yang menyebut bahwa kata Ming terinspirasi kata Madinah Al Munawarah, yang artinya adalah Kejayaan dan kegemilangan.
KESIMPULAN
Memang secara Militer Bangsa Mongol saat itu unggul dan luar biasa, serta memperoleh kemenangan yang berturut turut sepanjang perjalanannya menaklukan negeri-negeri yang dilewatinya.
Namun secara Ideologi, bangsa Mongol bukanlah apa-apa, mereka justru kalah ketika menghadapi Ideologi Islam yang saat itu diterapkan secara Kaffah oleh negara Khilafah Islam, bangsa Mongol harus menerima kenyataan bahwa disamping kehebatan tentaranya mereka tidak lebih dari sebuah bangsa primitif yang tidak mempunyai Ideologi dan Ilmu Pengetahuan yang hebat, yang justru mereka butuhkan untuk bekal berkuasa.
Masjid Di Mongolia
Akhirnya mereka harus menerima kenyataan yaitu menyerah kalah pada serbuan Islam secara pemikiran, dan akhirnya mereka masuk Islam dengan sukarela dan senang hati.
Jadi jika kesimpulan di atas dihubungkan dengan kenyataan umat Islam saat ini adalah, bahwa umat Islam sebenarnya sangat banyak dan sangat kuat secara militer. Namun Umat Islam kalah secara Ideologi, karena Ideologi Islam yaitu Syariat Islam tidak ditegakkan, dan Institusi Negara Khilafah Islam yang akan mempersatukan kaum Muslim seluruh dunia tidak ada. Sehingga dengan sendirinya banyak kaum muslim yang membebek pada gaya hidup dan ideologi Kafir
Read more »

PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN





A. STRATEGI GLOBAL
Berdasarkan rumusan WHO (1994), strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu:
1. Advokasi (Advocacy)
Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain, agar orang lain terse but membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan at au penentu kebijakan di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat, sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para pejabat pembuat keputusan tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat instruksi, dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam-macam bentuk, baik secara formal inaupun informal. Secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminar tentang issu atau usulan program yang ingin dimintakan dukun~an dari para pejabat yang terkait. Kegiatan advokasi secara informal misalnya sowan kepada para pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal minta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitas lain. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa sasaran advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupun legislatif, di berbagai tingkat dan sektor, yang terkait dengan masalah kesehatan (sasaran tertier)
2. Dukungan Sosial (Social support)
Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai (pelaksana program kesehatan) dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi terhadap program kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina suasana, atau membina suasana yang kondusif terliadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain: pelatihan-pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sasial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (sasaran sekunder).
3. Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat langsung. Tujuan utama pember¬dayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan). Bentuk kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, antara lain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income gener¬ating skill). Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap kemampuan dalam peme¬liharan kesehatan mereka, misalnya: terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan semacam ini di masyarakat sering disebut "gerakan masyarakat" untuk kesehatan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat (sasaran primer).

B. STRATEGI BERDASARKAN OTAWA CHARTER
Konferensi lnternasional Promosi Kesehatan di Ottawa¬ Canada pada tahun 1986 menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter). Di dalam Piagam Ottawa tersebut dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu:
1. Kebijakan Berwawasan Kebijakan (Healthy Public Policy)
Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. Dengan perkataan lain, agar kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan, perundangan, surat-surat keputusan, dan sebagainya, selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesehatan publik. Misalnya, ada paraturan atau undang-undang yang mengatur adanya analisis dampak lingkungan untuk mendirikan pabrik, perusahaan, rumah sakit, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabat publik, harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan (kesehatan masyarakat).
2. Lingkungan yang Mendukung (Supportive Environment)
Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum, termasuk pemerintah kota, agar mereka menyediakan sarana¬prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. Lingkungan yang mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum antara lain: tersedianya temp at sampah, tersedianya temp at buang air besar/kecil, tersedianya air bersih, tersedianya ruangan bagi perokok dan non-perokok, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, para pengelola tempat-tempat umum, pasar, terminal, stasiun kereta api, bandara, pelabuhan, mall, dan sebagainya, harus menyedia¬kan sarana-prasarana untuk mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya.
3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services)
Sudah nienjadi pemahaman masyarakat pada umumnya, bahwa dalam pelayanan kesehatan itu ada "provider" dan "con¬sumer". Penyelenggara (penyedia) pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta dan masyarakat adalah sebagai pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan. Pemahaman semacam ini harus diubah, harus direorientasi lagi, bahwa masyarakat bukan hanya sekadar pengguna atau penerima pelayanan kesehatan, tetapi sekaligus juga sebagai penyelenggara juga, dalam batas¬-batas tertentu. Realisasi dari reorientasi pelayanan kesehatan ini adalah, para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta harus melibatkan, bahkan member¬dayakan masyarakat agar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan, tetapi juga seka¬ligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan masayarakat. Dalam mereorientasikan pelayanan kesehatan ini peran promosi kesehatan sangat penting.
4. Keterampilan individu (Personnel Skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat, yang rerdiri dari individu, keluarga, dan kelompok-kelompok. Oleh sebab, itu, kesehatan masyarakat akan terwujud apabila kesehatan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok¬kelompok terse but terwujud. Oleh sebab itu, strategi untuk mewujudkan keterampilan individu-individu (personnel skill) dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan adalah sangat penting. Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatan kesehatan mereka ini adalah mem¬berikan pemahaman-pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profesional, meningkatkan kesehatan, dan sebagainya. Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individual daripada massa.
5. Gerakan Masyarakat (Community Action)
Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini, maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ada gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan. Oleh sebab itu, promosi kesehatan harus men¬dorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehatan mereka. Tanpa adanya kegiatan masya¬rakat di bidang kesehatan, niscaya terwujud perilaku yang kon¬dusif untuk kesehatan, atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka.
Read more »

PROMOSI KESEHATAN


A. Pengertian Promosi Kesehatan
Definisi Promosi Kesehatan (Health Promotion) dalam ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Heart) mempunyai dua pengertian.
1. Promosi kesehatan adalah sebagian dari tingkat kesehatan dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan.
2. Promosi kesehatan diartikan sebagai upaya memasarkan, menyebarkan, mengenalkan, atau pesan kesehatan atau upaya-upaya kesehatan sehingga masyarakat menerima atau membeli (dalam arti menerima prilaku kesehatan) atau mengenal pesan-pesan kesehatantersebut yang akhirnya masyarakat mau berprilaku hidup sehat.
Dari pengertian promosi kesehatan yang kedua ini maka sebenarnya sama dengan pendidikan kesehatan karena pendidikan kesehatan pada prinsipnya bertujuan agar masyarakat berprilaku sesuai dengan nilai-nilai kesehatan.

B. Tujuan Promosi Kesehatan.
Tujuan umum dari promosi kesehatan adalah meningkatakan kemampuan individu, keluarga, kelompok masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat serta terciptanya lingkungan yang kondusif untuk mendorong terbentuknya kemampuan tersebut.

Bagaimana Promosi Kesehatan ?
Model-model nilai Promosi Kesehatan .
1. HBM (Health Belief Model Theory).
Teori ini dikembangkan oleh Becker (1974) dari teori lapangan (Field Theory, Lewin 1945) menjadi kepercayaan kesehatan (Health Belief Models)
- Model kepercayaan Kesehatan (HBM)
Bidang pendidikan dan model ini mengenggap bahwa prilaku kesehatan merupakan fungsi dari pengetahuan maupun sikap.


- Secara Khusus
Model ini menegeskan menganggap bahwa seorang tentang kerentangan dan kemujaraban pengobatan dapat mempengaruhi keputusan seseorangdalam prilaku kesehatan.
- Health Belief Models
Menyangkut orang terhadap keberhasilan suatu intervensi medis dan bila mereka melihat tidak akan mencari pertolongan medis atau pencegah penyakit bila mereka kurang pengetahuan dan motivasi minimal yang relevan dengan kesakitanya, bila memandang keadaan tidak cukup berbahaya bila tidak yang beberapa kesulitan dalam melakukan prilaku kesehatan yang disarankan.
Health Belief Models (HBM) menurut Resenstoch (1982) model kepercayaan Kesehatan mencakup 5 unsur utama antara lain :
a. Perceived susceptibility adalah persepsi individu tentang kemungkinannya terkena suatu penyakit mereka yang merasadapat terkena penyakit tersebut akan lebih cepat terencam.
b. Perceived threats adalah ancaman yang besar tersebut mendorong individu untuk melakukan tindakan pencegahan atau penyembuhan penyakit. Namun ancaman terlalu besar malah menimbulkan rasa takut dalam diri individu yang justru menghambatnya melakukan tindakan karena ia merasa tidak berdaya melawan ancaman itu. Guna mengurangi rasa ancaman itu ditawarkan suatu alternative tindakan petugas kesehatan.
c. Perceived Benefitc and Barnes apakah individu akan menyetujui alternative yang di ajukan petugas kesehatan tergantung pada pandangan tentang manfaat dan hambatan dari pelaksanaan alternative tersebut. Individu akan mempertimbangkan, apakah alternative itu memang dapat mengurangi ancaman penyakit dan akibat merugikan. Namun sebaliknya, konsekuensi negative dari tindakan yang di ajukan itu (biaya yang mahal, rasa malu, takut akan rasa sakit) sering menimbulkan keinginan individu untuk justru menghindari alternative yang di ajukan petugas kesehatan.
d. Cues to Action, untuk akhirnya memutuskan menerima atau menolak alternative tindakan tersebut, diperlukan satu lagi faktor pencetus yang dapat dari dalam diri individu (munculnya gejala-gejala penyakit).
2. Transtheorycal Models
a. Transtheorycal Models menitik beratkan pada:
Stage of change (tahap-tahap perubahan) merupakan pemikiran penting karena dalam hal ini menggambarkan dimensi sementara tahapan perubahan ini meliputi 6 tingkatan kemajuan yaitu:
1. Precontemplation (pemikiran awal).
2. Contenplation (memikirkan).
3. Preparation (persiapan).
4. Action (tindakan).
5. Mentenance (pemeliharaan).
6. Termination (akhir).


b. Processes of change (proses perubahan) terdiri dari 10 perubahan:
1. Consciousness raising (penumbuhan kesadaran).
2. Dramatic relief (penyuluhan dramatik).
3. Self-reevaluation (evaluasi diri).
4. Environmental reevaluation (evaluasi lingkungan).
5. Self liberation (kebebasan pribadi).
6. Helping relationship (kerjasama).
7. Counter conditional (kondisi yang berlawanan).
8. Contingency management (pengelolaan kemungkinan).
9. Stimulus control (pengendalian rangsangan).
10. Social liberation (kebebasan sosial).
c. Decisional balance
1. Provide : keuntungan dari perubahan.
2. Cost : biaya yang dibutuhkan untuk perubahan.
d. Self efficiency
1. Confidence.
2. Tempation.
e. Critical assumption (asumsi kritis).
C. Visi dan Misi Promosi kesehatan
Visi National promosi Kesehatan adalah terwujudnya prilaku hidup bersih dan sehat 2010 atau “PHBS 2010”, yaitu keadaan dimana individu dalam rumah tangga (keluarga) masyarakat Indonesia telah melaksanakan Prilaku Hidup Bersih Dah Sehat(PHBS) dalam rangka :
1. Mencegah timbulnya penyakit.
2. Menanggulangi Penyakit.
3. Memanfaatkan pelayanan kesehatan.
4. Mengembangkan / menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat.
Misi
Program Promosi kesehatan
1. Memberdayakan individu, keluarga dan kelompok dalam masyarakat baik melalui pendekatan individu dan keluarga, maupu melalui pengorganisasian pergerakan masyarakat.
2. Membina suasana atau linkungan yang kondusif bagi terciptanya prilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.
3. Mengadvokasi para pengambil keputusan dan penentu kebijakan serta pihak-pihaklain yang berkepentingan (Stakeholders).

D. Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan
1. Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan
Adapun Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan antara lain :
a. Kerjasama dan Kolaborasi
Ini akan memperkuat pelaksanaan atau promosi kesehatan. Manusia pada hakekatnya senang saling membantu dan berkerja sama dan saling berinteraksi didalam memperoleh pengalaman-pengalaman dari orang lain untuk dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran dan daya kreativ individu.
b. Promosi kesehatan bertujuan untuk melakukan perubahan prilaku, dan terjadi perubahan prilaku itu sendiri memerlukan waktu yang lama serta kesabaran dan merupakan suatu proses evaluasi secara bertahap.
c. Komprehensi, Promosi kesehatan merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa disiplin ilmu guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang diharapkan menjalin kerja sama yang baik satu dengan yang lainnya untuk menciptakan lingkungan yang baik dan mendukung akan perubahan perilaku positif dari individu, keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
d. Aspirasi
- Keterlibatan pihak dari masyarakat (Community Participation).
- Keterlibatan berbagai sektor terkait : Berbagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan hendaknya harus melalui pendekatan yang terintegrasi dengan sektor-sektor terkait lainnya seperti pemerintah, pendidikan, pertanian, perikanan, sektor industry, kesehatan, organisasi pengusaha, serta berbagai professional dari disiplin ilmu lainnya.
- Keterlibatan organisasi masyarakat.
f. Berkesinambungan.
Program promosi kesehatan hendaknya dilakukan secara berkesinambungan agar pesan-pesan dalam pembelajaran yang diperoleh dapat diadopsi dengan lestari dalam keshidupan sehari-hari di rumah maupun dimana saja berada sehingga dapat merupakan contoh dalam perubahan perilaku
Read more »

 

Rapani-id.com
= JASA PEMBUATAN WEBSITE DAN TOKO ONLINE =
JASA SETTING MIKROTIK DAN PROXY SQUID LUSCA HEAD
UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA
CALL : 082170824476 , YM Rapani_loebis@yahoo.com