Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2010

ASKEP TERMINAL PADA ANAK

PENYAKIT TERMINAL PENGERTIAN Penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obatnya, kematian tidak dapat dihindari dalam waktu yang bervariasi. (Stuard & Sundeen, 1995). Penyakit pada stadium lanjut, penyakit utama tidak dapat diobati, bersifat progresif, pengobatan hanya bersifat paliatif ( mengurangi gejala dan keluhan, memperbaiki kualitas hidup. ( Tim medis RS Kanker Darmais, 1996) KRITERIA PENYAKIT TERMINAL 1. Penyakit tidak dapat disembuhkan 2. Mengarah pada kematian 3. Diagnosa medis sudah jelas 4. Tidak ada obat untuk menyembuhkan 5. Prognosis jelek 6. Bersifat progresif PERBEDAAN ANAK DENGAN DEWASA DALAM MENGARTIKAN KEMATIAN, 1. Jangan berfikir kognitif dewasa dengan anak tentang arti kematian 2. anak tidak memiliki kematangan emosional dalam mempersepsikan tentang arti kematian 3. mekanisme koping pada anak belum terbentuk 4. Anak di ajak berdiskusi mengenai / tentang tuhan,surga, dan benda-benda yang tidak terlihat KEBUTUHAN ANAK YANG TERMINAL . Komunikasi...

KELAINAN SARAF OPTIKUS

PENDAHULUAN Mata merupakan salah satu "panca indera yang penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Suatu pengurangan fungsi indera penglihatan bahkan suatu kebutaan akan menyebabkan kerugian yang tidak temilai besarnya bagi seorang penderita. Sehingga suatu gangguan penglihatan yang datangnya secara mendadak akan selalu mendorong penderita untuk segera me-meriksakan matanya kepada seorang dokter. Sebab gangguan penglihatan yang mendadak sangat banyak. Bilamana ditinjau dari lamanya terjadi gangguan penglihatan, maka didapatkan gangguan penglihatan yang lama dan ganggu-an penglihatan yang bersifat hanya sebentar saja. Mengenai keadaan terakhir ini, sering penderita datang untuk memeriksa- kan dirinya kepada seorang dokter saraf karena biasanya di- sertai dengan kelainan dalani berjalan (ataxia) atau sakit ke-pala. Salah satu sebab timbulnya gangguan pcnglihatan menda-dak dan berlangsung hanya sebentar ialah "Papilloedema, Papilitis, Neuritis retrobelber ” PAPILOEDEMA Defe...

PSIKOLOGI KEHAMILAN ,KESUBURAN DAN KEMANDULAN DAN MASALAH SEKITAR KEHAMILAN

KESUBURAN WANITA DAN KEHAMILAN Fungsi reproduktif wanita itu sangat kompleks,sehingga perlu diadakan studi secara kronologis mengenai hal ini . Persyaratan pertama untuk bisa menjadi hamil ialah : Kesuburan .Masa kesuburan ini hanya berlangsung dalam satu peiode tertentu yang terbatas secara defenitif dalam kehidupan wanita: Yaitu antara usia kurang lebih 14 sampai 50 tahun Kesuburan tersebut secara mutlak dipengaruhi oleh proses-proses fisiologis dan anatomis. Proses fisiologis dari sekresi-sekresi internal menyebabkan kesuburan tadi. Namun demikian kesuburan wanita itu merupakan satu unit psikosomatis yang selalu dipengaruhi oleh bermacam-macam faktorpsikis dan factor ornis atau fisis. Dengan kata-kata lain, fungsi hormone-hormon seks dalam tubuh wanita selaku kurir-kurir yang fisis-organis ini dipengaruhi pula factor-faktor psikis juga. Analog dengan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa kesulitan-kesulitan psikologis berkaitan dengan coitus dan kehamilan, biasan...

GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MASA REPRODUKSI

Perkawinan Suatu Peristiwa dimana sepasang mempelai atau sepasang calon suami istri dipertemukan secara formal dihadapan penghulu/kepala agama tertentu, para saksi dan sejumlah hadirin, untuk kemudian disyahkan secara resmi sebagai suami istri dengan upacara dan ritus-ritus tertentu. Peristiwa perkawinan merupakan suatu bentuk proklamasi, dimana secara resmi sepasang pria dan wanita diumumkan untuk “saling memilki satu sama lainnya” dan kedua pribadi yang berlainan jenis itu kemudian dipaterikan menjadi satu DWITUNGGAL atau satu WIRHEIT yang utuh. Perkawinan umumnya dirayakan secara meriah, didiringi dengan upacara-upacara, peristiwamakan-minum yang cukup mahal, dan perayaan atau beberapa keramaian. Perkawinan dikalangan elite, senantiasa didikuti dengan pesta perayaan dan keramaian besar-besaran, yang menelan biaya berpuluh-puluh atau ratusan juta rupiah, dan ada yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam lamanya. Jika pada zaman purba seorang laki-laki itu menerkam serta men...